Wabup Suiasa Hadiri HUT Ke-25 ST. Giri Mustika Werdhi Banjar Pantigiri

0
264
Wabup I Ketut Suiasa menghadiri HUT Ke-25 Sekaa Teruna Giri Mustika Werdhi Banjar Pantigiri, Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (18/11). Sumber foto: Humas Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri HUT Ke-25 Sekaa Teruna Giri Mustika Werdhi (STGMW) Banjar Pantigiri, Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu 18 November 2023.

Turut hadir Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Perbekel Desa Kutuh I Wayan Mudana, Bendesa Kutuh Jro Nyoman Mesir beserta undangan lainnya.

Perayaan HUT Sekaa Teruna ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemotongan kue, serta penyerahan dana motivasi sebesar Rp 13 juta oleh Wakil Bupati Badung.

Baca Juga:  Menteri Kominfo Dorong Peningkatan Keterampilan AI di Bali untuk Pertumbuhan Ekonomi

Kadek Gelgel Wiranata selaku Ketua Panitia menyampaikan dalam HUT ST GMW mengambil tema “Yowana Kerthi Sabdaning Aguna” yang artinya Kepedulian Sekaa Teruna untuk mengabdi bersama dan berguna di masyarakat.

Rangkaian acara dimulai dari tanggal 4 November matur piuning di Pura Desa di Desa Kutuh dan Pura di Bebanjaran, dan pada tanggal 12 November melakukan otonan.

Sementara itu Wakil Bupati I Ketut Suiasa saat memberikan sambutan pada perayaan HUT Sekaa Teruna Giri Mustika Werdhi (STGMW) tersebut mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat dan Sekaa Teruna karena sudah bisa bersatu untuk mendukung program-program pemerintah di Kabupaten Badung.

Baca Juga:  FIB Unud Gelar Koordinasi Kontrak Kinerja Dekan Tahun Anggaran 2022

Pihaknya selaku Guru Wisesa selalu mendukung program-program Sekaa Teruna karena Sekaa Teruna yang akan menjadi Generasi Milenial dan penerus di lingkungan masyarakat dalam mengembangkan seni, adat dan budaya sesuai dengan Konsep Tri Hita Karana yaitu Parahyangan, Pawongan dan Palemahan.

Di bagian lain Wabup berpesan agar Sekaa Teruna jangan sampai lupa dengan adat, mengingat adat yang ada di Bali ini memiliki yang namanya Kuna Dresta, Desa Dresta, Loka Dresta. Semua dresta yang ada di Bali ini harus dilestarikan dengan baik.

Baca Juga:  Buleleng Festival 2025 Angkat Isu Lingkungan, Festival Seni yang Ramah Sampah

“Dresta yang ada di Bali tetap harus kita lestarikan untuk mengikat kita selaku krama di wewidangan masyarakat Bali,” kata Suiasa. (den/ub)