UPDATEBALI.com, BULELENG – Buleleng Festival (Bulfest) 2025 kembali hadir sebagai salah satu event terbesar di Bali Utara, tak hanya menampilkan kekayaan seni dan budaya khas Buleleng serta kreativitas generasi muda, tetapi juga mengusung misi edukatif dalam pengelolaan lingkungan, khususnya sampah.
Festival yang akan digelar pada 18–23 Agustus 2025 ini mengangkat tema “The Mask History of Buleleng – Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng”, dengan berbagai zona pertunjukan dan aktivitas budaya yang tersebar di pusat Kota Singaraja.
Dalam dialog interaktif di salah satu radio swasta lokal pada Jumat, 8 Agustus 2025, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, selaku Ketua Panitia Bulfest 2025, menegaskan komitmen panitia untuk menjadikan Bulfest sebagai festival yang bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Selama gelaran Bulfest nanti, sampah-sampah yang dihasilkan tidak akan sampai ke TPA Bengkala. Kita siapkan dua jenis tempat sampah organik dan non-organik di setiap titik. Sampah tersebut akan dikirim ke bank sampah dan TPS3R, dikoordinir langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Suyasa.
Untuk memastikan festival tetap bersih dari sampah setiap harinya, panitia juga melibatkan komunitas relawan dan pegiat lingkungan. Mereka akan bekerja hingga malam hari untuk memilah dan mengangkut sampah yang dihasilkan oleh pengunjung dan pelaku UMKM, agar keesokan harinya area festival tetap bersih.
“Kami akan libatkan volunteer dari komunitas lingkungan. Sampah plastik dan organik akan dipilah, kemudian dikirim ke bank sampah dan TPS3R. Relawan akan bekerja hingga malam, dan pagi harinya areal Bulfest sudah bersih bebas sampah,” jelasnya.
Suyasa juga mengajak masyarakat, khususnya pengunjung Bulfest, untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan memilah sampah.
“Mari ubah mindset kita. Kebersihan adalah bagian dari kesehatan. Kelola sampah dengan bijak. Jika bukan kita, siapa lagi?” tegasnya.
Buleleng Festival 2025 mengemas tema “Topeng Leluhur” dalam berbagai zona seni, budaya, ekonomi kreatif, dan edukasi, di antaranya:
- Zona Puri Kanginan di Catus Pata: Pertunjukan seni klasik Buleleng
- Gedung Sasana Budaya: Seni tradisional khas Buleleng
- Sepanjang Jalan Veteran: UMKM kuliner lokal
- Halaman Parkir DPRD Buleleng: Area kreativitas anak muda dan open stage
- RTH Rumah Jabatan Bupati: Buleleng Digital Expo dan pameran lukisan bertema Topeng
- Gedung Laksmi Graha: Seminar budaya tentang Topeng Buleleng
- Jalan Pahlawan – depan TMP Curastana: UMKM kriya dan fashion
- Panggung Utama Bulfest: Berlokasi di depan Tugu Singa Ambara Raja, ikon Bali Utara. (adv/ub)





