Langkah Strategis Pemkab Jembrana Kendalikan Inflasi, Ratusan Warga Antusias Belanja di Pasar Murah

0
187
Pemkab Jembrana menggelar pasar murah bekerja sama dengan BULOG dan Pemprov Bali untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Hari Raya Nyepi.
Pemkab Jembrana menggelar pasar murah bekerja sama dengan BULOG dan Pemprov Bali untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Hari Raya Nyepi. Sumber foto : Humas Jembrana

UPDATEBALI.com, JEMBRANAPemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Bersinergi dengan Perum Bulog dan Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Jembrana menggelar Gerakan Pangan Murah yang dipusatkan di depan MI Mujahiddin, Loloan Barat, Minggu, 15 Februari 2026.

Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan.

Baca Juga:  Bupati Jembrana Dukung UMKM Lokal Lewat Program Bedah Warung

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasaran. Beras ditawarkan mulai Rp58.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp17.200 per kilogram, serta minyak goreng Rp15.500 per liter. Selain itu, tersedia pula aneka bumbu dapur, kue kering, hingga produk olahan pangan dari pelaku UMKM lokal Jembrana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, yang meninjau langsung kegiatan itu menyebut operasi pasar menjadi bagian strategi pengendalian inflasi daerah.

“Hari ini kita laksanakan Gerakan Pangan Murah untuk menyambut HBKN. Sebentar lagi warga Muslim akan menjalankan ibadah puasa dan Lebaran, yang waktunya hampir bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Fokus utama kita adalah menjaga agar tidak terjadi lonjakan inflasi yang signifikan di seluruh wilayah Jembrana,” ujarnya.

Baca Juga:  107 Kelompok Masyarakat Terima Hibah, Bupati Kembang Tekankan Penggunaan Dana Sesuai RAB

Budiasa menambahkan, pihaknya terus memantau pergerakan harga komoditas volatile food. Meski ada kenaikan pada cabai rawit, telur, dan ayam ras, menurutnya kondisi tersebut masih dalam batas wajar.

“Harapan kita, melalui kerja sama dengan BULOG dan Pemerintah Provinsi, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga yang mendadak. Kita ingin harga sembako tetap stabil di Jembrana,” tambahnya.

Baca Juga:  TPID Badung Sinergi Bersama Perumda dan BI Bali Jaga Inflasi Jelang Nyepi dan Idulfitri

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga Loloan Barat dan sekitarnya cukup tinggi. Sejak pagi, masyarakat memadati stan penjualan untuk mendapatkan kebutuhan dapur dengan harga terjangkau.

Kehadiran pasar murah ini dinilai sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga dalam mengatur pengeluaran menjelang hari raya.(yud/ub)