UPDATEBALI.com, JEMBRANA — Kesenian khas Kabupaten Jembrana, Jegog, kembali melangkah ke panggung internasional setelah satu dekade vakum.
Grup kesenian legendaris Suar Agung resmi berangkat ke Jepang untuk menjalankan misi budaya selama dua minggu, membawa nama Bali dan Indonesia di kancah global.
Rombongan yang dipimpin koordinator Putu Bobi Agus Darma dilepas langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, Minggu siang, 15 Februari 2026.
Sebanyak 26 personel yang terdiri dari seniman musik dan penari turut ambil bagian dalam misi budaya tersebut.
Keberangkatan ini menjadi babak baru bagi kebangkitan Jegog di Negeri Sakura di bawah pimpinan I Gede Oka, putra dari maestro almarhum I Ketut Suwentra yang dikenal sebagai Pekak Jegog.
Selama 14 hari di Jepang, tim Suar Agung dijadwalkan menjalani sembilan pementasan, terdiri dari tiga pertunjukan besar di panggung utama serta enam pertunjukan skala menengah yang tersebar di beberapa wilayah utama.
Agenda padat tersebut menjadi upaya memperkenalkan kembali dentuman bambu khas Jegog kepada masyarakat internasional.
“Ini undangan dari pihak Jepang. Saat ini tim pertama untuk proses tuning instrumen sudah berada di lokasi. Hari ini, rombongan kedua sebanyak 21 orang menyusul untuk melengkapi tim. Kami membawa misi besar untuk memperkenalkan kembali dentuman bambu khas Jembrana kepada masyarakat Jepang,” ujar Putu Bobi Agus Darma sebelum keberangkatan.
Misi budaya ini memiliki makna historis karena sejak 1980-an hingga 2016, Jegog Suar Agung rutin tampil di Jepang bahkan hingga dua kali dalam setahun. Tradisi tersebut sempat terhenti dan kini kembali diinisiasi sebagai langkah awal membangun kembali kepercayaan publik internasional terhadap seniman Jembrana.
“Kami mengawali kembali apa yang dulu menjadi rutinitas almarhum Pekak Jegog. Harapan kami, pementasan ini tidak hanya sekadar tampil, tapi menjadi agenda rutin tahunan yang memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Jembrana, baik dari segi citra budaya maupun dampak ekonomi kreatif,” tambahnya.
Bupati Kembang Hartawan menyampaikan kebanggaannya atas keberangkatan rombongan kesenian tersebut dan berharap momentum ini menjadi kebangkitan seniman lokal untuk terus berkarya di tingkat internasional sekaligus memperkuat posisi Jembrana sebagai “Kota Jegog”.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana merasa bangga melihat grup Suar Agung kembali mengawali tradisi misi budaya ke Jepang. Ini adalah langkah besar untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap potensi seni kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian Jegog, termasuk rencana penyediaan panggung reguler bagi para seniman agar terus berkarya dan memiliki ruang pertunjukan tetap di Jembrana.(yud/ub)





