Drama “Blanjong” Meriahkan Bulan Bahasa Bali VIII, Putri Koster Apresiasi Upaya Pelestarian Sejarah

0
166
Putri Koster menyaksikan pementasan drama “Blanjong” di Gedung Kertha Sabha untuk menghidupkan kembali sejarah dan budaya Bali dalam rangka Bulan Bahasa Bali ke-VIII.
Putri Koster menyaksikan pementasan drama “Blanjong” di Gedung Kertha Sabha untuk menghidupkan kembali sejarah dan budaya Bali dalam rangka Bulan Bahasa Bali ke-VIII. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR — Peringatan Bulan Bahasa Bali ke-VIII yang berlangsung sepanjang Februari tahun ini mengusung tema “Atma Kerthi – Udianning Purnaning Jiwa”, yang bermakna pemuliaan jiwa menuju kesempurnaan hidup.

Melalui tema tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menghadirkan beragam kegiatan untuk melestarikan dan menguatkan bahasa, aksara, serta sastra Bali melalui pendekatan seni dan budaya.

Salah satu agenda yang digelar adalah pementasan sesolahan drama oleh Teater Agustus bertajuk “Blanjong” (Sayong ri Singha Dwara Pura). Pertunjukan tersebut disaksikan langsung oleh Putri Koster di Gedung Kertha Sabha, Sabtu, 14 Februari 2026.

Baca Juga:  Ketua Dekranasda Bali Hadiri Dialog 'Perlindungan Kain Tenun Tradisional Bali'

Drama “Blanjong” dikemas dalam format semi-dokumenter yang memadukan fakta sejarah dan sentuhan fiksi dramaturgi. Konsep ini menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya artistik, tetapi juga mengandung nilai edukatif kuat bagi penonton.

Kisah yang diangkat berlandaskan pada keberadaan Prasasti Blanjong, peninggalan sejarah berbentuk batu karang yang ditemukan di wilayah Sanur. Prasasti berusia sekitar 1.112 tahun itu menjadi bukti penting eksistensi Kerajaan Singha Dwara Pura yang dipimpin oleh Sri Kesari Warmadewa.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Koster Serahkan Bantuan Sosial dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi kepada Kader PKK Desa dan Kelurahan di Buleleng

Melalui dramatari ini, jejak sejarah Bali dihidupkan kembali dalam bentuk seni pertunjukan, sehingga lebih mudah dipahami dan diapresiasi, terutama oleh generasi muda.

Pementasan tersebut sekaligus menjadi refleksi komitmen pelestarian warisan budaya Bali dan penguatan seni sebagai media edukasi serta pemuliaan jati diri budaya daerah.

Kegiatan ini menegaskan semangat Bulan Bahasa Bali ke-VIII sebagai momentum strategis dalam menjaga keberlanjutan bahasa dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.(yud/ub)