Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Efektif, Waktu Tempuh Anjlok dari 19 Menit Jadi 5 Menit

0
195
Bupati Wayan Adi Arnawa saat rapat terkait Rekayasa Lalu Lintas beberapa hari lalu di Puspem Badung. Sumber foto : Humas Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG – Penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengurai kemacetan.

Berdasarkan hasil pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, terjadi peningkatan kinerja jaringan jalan secara nyata, terutama dari sisi efisiensi waktu tempuh dan kecepatan perjalanan.

Dalam pemodelan tersebut, rata-rata waktu tempuh sebelum rekayasa lalu lintas tercatat sekitar 19,8 menit. Setelah penerapan sistem satu arah, waktu tempuh turun drastis menjadi 4,93 menit. Sementara itu, kecepatan rata-rata kendaraan meningkat tajam dari sebelumnya 7,35 km/jam menjadi 39,9 km/jam.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang ditemui di Kantor Bupati, Puspem Badung, Senin, 19 Januari 2026, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Badung atas pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut.

Baca Juga:  Wabup Tjok Surya Terima IPF Bali, Bahas Kesiapan World Pickleball Championship 2026

Ia menjelaskan bahwa uji coba rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod akan terus dilanjutkan hingga 14 Februari mendatang.

“Secara keseluruhan, penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan peningkatan kinerja jaringan jalan yang signifikan, khususnya dalam hal efisiensi waktu tempuh dan peningkatan kecepatan perjalanan, meskipun terdapat penurunan nilai aksesibilitas yang perlu menjadi perhatian dalam tahap evaluasi lanjutan. Ini bentuk komitmen serius kami Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Serai Bangli

Bupati juga mengharapkan dukungan masyarakat agar kebijakan ini dapat berjalan optimal. Menurutnya, kepatuhan pengguna jalan sangat menentukan keberhasilan rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

“Saya harapkan masyarakat mengikuti dan mulai terbiasa dengan rekayasa ini, demi kenyamanan dan ketertiban kita bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, menjelaskan bahwa pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM merupakan proses perencanaan, analisis, dan simulasi transportasi pada tingkat makroskopis, seperti skala kota atau wilayah.

Ia mengungkapkan bahwa waktu tempuh perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan sebesar 78,33 persen dibandingkan kondisi sebelum rekayasa.

Baca Juga:  Desa Sembung Jadi Lokasi Peluncuran KDKMP, Bupati Badung Beri Dukungan Penuh

“Kecepatan rata-rata perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 442,86 persen dibandingkan kondisi sebelum rekayasa,” jelasnya.

Namun demikian, ia juga menyampaikan bahwa aksesibilitas jaringan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan sebesar 14,06 persen dibandingkan kondisi awal. Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan jarak tempuh pada beberapa ruas jalan tertentu yang akan menjadi bahan evaluasi lanjutan.

Dengan hasil tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung menilai rekayasa lalu lintas satu arah di Kerobokan Kelod sebagai langkah strategis yang efektif dalam menekan kemacetan, sekaligus akan terus dievaluasi untuk menyempurnakan kebijakan transportasi di kawasan tersebut.(den/ub)