UPDATEBALI.com, DENPASAR – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 dengan aksi kampanye publik di kawasan Catur Muka, Senin, 1 Desember 2025.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat yang melintas dibagikan bunga mawar, brosur edukasi, serta pita merah sebagai simbol kepedulian terhadap penyebaran HIV/AIDS.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Bergerak Bersama, Bersuara: Ayo Kolaborasi.”
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, selaku Ketua Pelaksana KPA Kota Denpasar, menegaskan bahwa kampanye ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan, penanganan, serta pengurangan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
“Kegiatan ini adalah bentuk dukungan kami agar masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan dan tidak memberikan stigma negatif kepada ODHIV,” ujar Arya Wibawa.
Ia juga menyampaikan bahwa stigma masih menjadi tantangan besar.
“Jika masih terjadi stigma negatif, kami minta agar ODHIV dapat segera berkoordinasi dengan KPA Kota Denpasar,” tegasnya.
Sekretaris KPA Kota Denpasar, Tri Indarti, menjelaskan bahwa kegiatan kampanye ini merupakan salah satu rangkaian peringatan HAS 2025. Ia menegaskan bahwa kasus HIV/AIDS masih menjadi ancaman nyata.
“Jumlah kasus HIV dan AIDS dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan,” kata Tri Indarti.
Berdasarkan laporan hingga September 2025, tercatat 17.028 kasus di Kota Denpasar yang terdiri dari 9.824 kasus HIV dan 7.254 kasus AIDS.
Ia juga memaparkan pola penularan terbanyak.
“Risiko penularan terbesar masih didominasi hubungan heteroseksual sebanyak 71 persen, diikuti homoseksual 21 persen, penggunaan narkoba suntik 4 persen, dan penularan dari ibu ke bayi sebesar 2 persen,” jelasnya.
Kelompok usia produktif mendominasi penemuan kasus.
“Kasus terbanyak ada di usia 20–29 tahun sebesar 38 persen, lalu usia 30–39 tahun sebesar 33 persen, dan usia 40–49 tahun sebanyak 16 persen,” tambahnya.
Tri Indarti turut menyampaikan bahwa akses layanan kesehatan bagi ODHIV terus diperluas. Saat ini telah tersedia layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP) di seluruh puskesmas dan rumah sakit swasta di Kota Denpasar.
Layanan HIV lainnya juga mencakup:
- 33 unit layanan tes HIV (VCT)
- 32 unit layanan pengobatan HIV (CST)
- 31 unit layanan pemeriksaan & pengobatan IMS
- 4 unit layanan pencegahan dari ibu ke anak
- 3 unit layanan alat suntik steril
- 1 unit layanan methadone
Ia mengimbau ODHIV untuk disiplin menjalani pengobatan.
“Selalu datang ke fasilitas layanan untuk mengambil obat dan melakukan pemeriksaan rutin. Minum obat harus teratur, tepat waktu, jangan sampai putus obat,” ajaknya.
Tri Indarti juga mengingatkan pentingnya keterbukaan kepada pasangan serta menjaga perilaku hidup sehat untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap kesadaran masyarakat meningkat dan upaya kolaboratif dalam menekan penularan HIV/AIDS dapat berjalan lebih kuat dan lebih inklusif.(per/ub)





