UPDATEBALI.com, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali meluncurkan layanan transportasi publik Trans Metro Dewata (TMD), sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun sistem transportasi yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.
Peluncuran ini dilakukan di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Jumat 18 April 2025, dan turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Sekda Dewa Made Indra, para bupati/wali kota se-Bali, serta sejumlah pejabat daerah.
Setelah sempat terhenti sejak Januari 2025 karena penyesuaian anggaran di tingkat pusat, TMD kini kembali dioperasikan dengan skema pendanaan baru. Pemerintah Provinsi Bali menanggung 30% biaya operasional, sementara 70% sisanya ditanggung oleh kabupaten/kota di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan).
“TMD bukan untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai layanan publik untuk memenuhi hak masyarakat Bali atas transportasi yang layak,” ujar Gubernur Koster.
Ia juga menekankan bahwa pengoperasian kembali TMD bertujuan untuk mengurangi kemacetan di kawasan metropolitan Denpasar-Badung, serta mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik.
Saat ini, Trans Metro Dewata akan beroperasi dengan 75 unit bus yang tersebar di enam koridor, yakni:
- K1: Central Parkir Kuta – Terminal Pesiapan
- K2: Ubung – GOR Ngurah Rai – Bandara
- K3: Ubung – Sanur
- K4: Ubung – Monkey Forest
- K5: Central Parkir Kuta – PNB – Titi Banda
- K6: Central Parkir Kuta – Bandara – Central Parkir ITDC Nusa Dua
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk Kesepakatan Bersama tentang Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan proyek infrastruktur strategis di enam kabupaten: Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan.
Gubernur Koster menjelaskan bahwa dana BKK tersebut dialokasikan melalui kebijakan pengambilan 10% dari realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) di sektor perhotelan dan kuliner dari daerah Badung, Denpasar, dan Gianyar.
“Langkah ini menjadi bentuk solidaritas antarwilayah dan upaya untuk mendorong pemerataan pembangunan secara berkelanjutan di seluruh Bali,” tegasnya. Ia menambahkan, fokus penggunaan dana BKK akan diarahkan pada program strategis seperti pengelolaan sampah, transportasi publik, dan peningkatan layanan publik lainnya.
Acara peluncuran ditutup dengan kegiatan simbolik menaiki Bus Trans Metro Dewata bersama para pejabat dari Jayasabha menuju GOR Ngurah Rai Denpasar, menandai dimulainya kembali operasional TMD secara resmi.(yud/ub)





