Survei Konsumen Bali Mei 2024, Optimisme Konsumen Tetap Kuat

0
1222
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, G. A. Diah Utari.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, G. A. Diah Utari. Sumber Foto: Bank Indonesia.

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali tetap kuat. Survei Konsumen Bank Indonesia pada Mei 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali tetap terjaga.

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali di bulan Mei 2024 yang tercatat sebesar 140,08, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya 144,50 namun tetap terjaga pada area optimis (indeks > 100).

Perlambatan ini sejalan dengan musim low season pasca musim libur lebaran. Di sisi lain, IKK tercatat sebesar 125,2 yang juga sedikit melambat dari 127,7 meski masih optimis. Adapun Survei Konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengetahui tingkat keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

Baca Juga:  Bank Indonesia Tanamkan Nilai Cinta Rupiah Sejak Dini Lewat Program Edukasi CBP di Denpasar

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, G. A. Diah Utari, menyampaikan bahwa keyakinan konsumen di Bali pada Mei 2024 yang tetap optimis ditopang oleh capaian Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Komponen pembentuk IKE yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini dibandingkan 6 bulan yang lalu tercatat naik menjadi sebesar 140,5 dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 140,0. Adapun Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dibandingkan 6 bulan yang lalu tetap terjaga pada area optimis sebesar 138,0.

Baca Juga:  DPRD Bali Bahas APBD 2026, Pendapatan Naik tapi Defisit Tembus Rp842 Miliar

Sementara itu, tetap terjaganya IEK ditopang oleh seluruh komponen pembentuknya, terutama pada Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang sebesar 150,5; Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja sebesar 143,5; dan Ekspektasi Penghasilan sebesar 145,0 yang masing-masing masih berada dalam zona optimis.

Ekspektasi konsumen yang tetap terjaga di masa mendatang mempengaruhi perkembangan konsumsi rumah tangga ke depan, perkembangan investasi, meningkatnya produktivitas dan daya saing serta membuka peluang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang tetap kuat. Hal ini tetap perlu diiringi dengan sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Menparekraf Ajak Negara di ASEAN Perkuat Kolaborasi Bangkitkan Ekonomi

Untuk itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali senantiasa berkoordinasi erat guna mengawal stabilitas pasokan dan harga komoditas guna menjaga tingkat inflasi Provinsi Bali tetap pada rentang kisaran target. (yan/ub)