spot_img
BerandaBaliPj Bupati Buleleng Pimpin Aksi Pemberantasan Nyamuk Demam Berdarah di Desa Anturan

Pj Bupati Buleleng Pimpin Aksi Pemberantasan Nyamuk Demam Berdarah di Desa Anturan

UPDATEBALI.com, BULELENG – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, mengambil peran aktif dalam upaya pemberantasan nyamuk penyebab demam berdarah. Bertempat di Desa Anturan, Jumat 26 April 2024, beliau memimpin langsung aksi pemberantasan nyamuk sebagai langkah preventif menghadapi musim pancaroba.

Desa Anturan dipilih sebagai fokus aksi ini karena mencatat 27 dari 637 kasus demam berdarah yang terjadi di Buleleng. Pj Bupati Ketut Lihadnyana memerintahkan petugas pengasapan untuk menyasar titik-titik potensial sarang nyamuk, termasuk gorong-gorong. Selain itu, pembersihan sampah di sepanjang jalan juga dilakukan oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Puskesmas Buleleng III, Polres Buleleng, Kodim 1609/Buleleng, serta siswa sekolah setempat.

Baca Juga:  Dekan FTP Universitas Udayana Lepas 45 Calon Wisudawan Secara Hybrid

“Partisipasi penuh masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah wabah demam berdarah di Buleleng. Keterlibatan semua elemen masyarakat dalam aksi ini akan membantu menekan angka kasus,” ungkap Pj Bupati.

Lebih lanjut, Pj Bupati Buleleng menyebut aksi ini sebagai Bulan Merah (Buleleng Antisipasi Demam Berdarah) yang akan dilakukan di daerah berbeda setiap minggunya. Kolaborasi dengan TNI/Polri juga dijadwalkan untuk memperkuat program ini, dengan harapan kehadiran pemerintah lebih dirasakan dan lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Koster Ajak Stop Impor Beras dan Garam di Hari Pangan Se-Dunia Tingkat Daerah Provinsi Bali Ke-41

“Minggu depan kami akan memilih tempat lain, seperti di kecamatan Gerokgak, dan akan berkolaborasi dengan TNI dan Polri. Kita ingin program ini terpadu, sehingga pemerintah bisa lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Pj Lihadnyana juga mengingatkan agar kepala wilayah lebih proaktif dalam mengantisipasi kasus demam berdarah, terutama di masa transisi dan musim hujan.

“Kita harus lebih proaktif. Jangan tunggu kasus semakin banyak baru bergerak. Lakukan pembersihan, fogging, dan pemberantasan sarang nyamuk secara teratur,” tegasnya.

Baca Juga:  Pj Bupati Buleleng Ajak Perusahaan Berdayakan Penyandang Disabilitas

Di tempat yang sama, Perbekel Anturan I, Ketut Soka, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan, termasuk sosialisasi, edukasi, dan pembersihan lingkungan.

“Kami dari pemerintah desa telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk melakukan fogging secara menyeluruh sebagai upaya pemberantasan nyamuk dewasa,” paparnya.

Upaya bersama dari berbagai pihak diharapkan dapat meminimalisir risiko penyebaran demam berdarah di Buleleng, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan aman dari penyakit tersebut.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments