spot_img
BerandaBaliLihadnyana Terus Dorong Digitalisasi Buleleng di Segala Bidang

Lihadnyana Terus Dorong Digitalisasi Buleleng di Segala Bidang

UPDATEBALI.com, BULELENG – Ketut Lihadnyana, yang saat ini menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Buleleng, terus menggalakkan upaya digitalisasi di berbagai sektor di wilayah tersebut.

“Dorongan ini bertujuan untuk mempercepat layanan kepada masyarakat serta meningkatkan transparansi,” tutur Lihadnyana dalam keterangan yang diberikan saat dimintai konfirmasi mengenai kemajuan proyek Buleleng Command Center (BCC) di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), pada hari Minggu (13/8).

Lihadnyana menjelaskan bahwa upaya digitalisasi di Kabupaten Buleleng masih harus terus ditingkatkan agar mencakup seluruh aspek pemerintahan dan pelayanan. Meskipun telah mendapatkan pengakuan secara nasional, seperti meraih Anugerah Meritokrasi untuk layanan kepegawaian serta penghargaan sebagai Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik di wilayah Jawa-Bali dalam hal elektronifikasi keuangan. Namun, masih ada aspek yang perlu dikembangkan lebih lanjut, seperti mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peningkatan pemasaran produk-produk UMKM juga harus diupayakan melalui digitalisasi.

Baca Juga:  Bahas Ranperda APBD 2022, Pengentasan Kemiskinan Jadi Prioritas Dewan Buleleng

“Melalui pemberdayaan UMKM dalam setiap kegiatan, ekonomi Buleleng dapat lebih dinamis. Selain itu, akan ada pendirian Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mengadopsi konsep digitalisasi guna mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Mengenai lokasi MPP yang akan didirikan di lantai tiga Pasar Banyuasri, Pj Bupati yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mendorong masyarakat datang ke Pasar Banyuasri. Oleh karena itu, rencana pendirian MPP di pasar juga akan beriringan dengan keberadaan UMKM. Pedagang-pedagang yang memiliki lapak, khususnya di lantai dua, akan diajak berdiskusi guna menentukan apakah rencana ini akan dimaksimalkan atau tidak.

Baca Juga:  PKK Tabanan Rayakan HKG ke-53, Solid Bergerak Wujudkan Masyarakat Sejahtera

“Kami akan mengundang pedagang-pedagang penyewa lapak ini untuk duduk bersama dan merumuskan apakah rencana ini akan dilanjutkan, serta jenis dagangan apa yang akan disediakan. Hal ini perlu dipastikan sebelum langkah selanjutnya guna pengembangan dan optimalisasi Pasar Banyuasri,” ungkap Lihadnyana.

Mengenai perkembangan proyek BCC, Ketut Suwarmawan, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, menjelaskan bahwa proyek ini sudah berada dalam tahap proses di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Sebanyak delapan perusahaan telah mengajukan penawaran. Anggaran awal yang telah ditetapkan sebesar Rp3,04 miliar, namun setelah dilakukan penentuan harga perkiraan sendiri (HPS) dan audit oleh pengawas internal dari Pemerintah Kabupaten Buleleng, anggaran tersebut direvisi menjadi Rp2,7 miliar.

“Anggaran tersebut sudah termasuk pajak. Proses pengadaan untuk kelanjutan pembangunan BCC melibatkan banyak pihak, termasuk tim dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang turut serta dalam pendampingan proyek ini,” tambahnya.

Baca Juga:  Rencana Kerja Perangkat Daerah Buleleng Harus Sesuai Dengan Kemampuan Anggaran

Suwarmawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Buleleng, juga menambahkan bahwa pembangunan proyek BCC akan dilanjutkan untuk tahap finishing. Selain itu, akan ada upaya peningkatan fasilitas di dalam BCC, baik untuk kepentingan BCC itu sendiri maupun untuk pusat data. Dinas Kominfosanti telah memiliki server yang akan mendukung aktivitas digital, namun perlu dilakukan penyiapan ruangan yang sesuai. Ruangan khusus untuk server ini memerlukan pendingin yang presisi, berbeda dengan pendingin ruangan biasa.

“Kendati tidak semua fasilitas mungkin dapat selesai dalam tahun ini, namun sudah pantas bagi proyek ini untuk dapat dioperasikan dan dimanfaatkan,” tambah Suwarmawan. (adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments