Pemkab Badung Genjot Pemilahan Sampah dari Rumah, Target 100 Persen Dikejar Desember 2026

0
29
Pemkab Badung Genjot Pemilahan Sampah dari Rumah, Target 100 Persen Dikejar Desember 2026
Pemkab Badung Genjot Pemilahan Sampah dari Rumah, Target 100 Persen Dikejar Desember 2026. Sumber foto: Humas Badung/Updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung terus mempercepat upaya mewujudkan kemandirian dalam pengelolaan sampah melalui Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) bertema “Akselerasi Badung Menuju Mandiri Badung”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat 9 Oktober 2026.

Acara yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung ini dirangkaikan dengan peringatan Rahina Tumpek Wayang sebagai momentum penguatan kesadaran ekologis.

Aksi ini bertujuan menggencarkan sosialisasi, pendampingan, serta gerakan nyata pemilahan sampah di tingkat desa, kelurahan, hingga desa adat. Pemkab Badung mempertegas komitmen agar seluruh rumah tangga di wilayah setempat mampu mencapai target 100 persen pemilahan sampah pada Desember 2026.

Baca Juga:  Menuju PKB 2026, Bupati Adi Arnawa Perkuat Integritas dan Kesejahteraan Seniman Badung

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya sosialisasi ini. Ia optimis target besar tersebut dapat terealisasi di akhir tahun dengan mengoptimalkan fungsi TPS3R dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Badung.

“Saya berharap melalui sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat memahami PSBS. Penerapan pemilahan harus dimulai dari rumah tangga masing-masing. Anak-anak sekolah yang hadir pun secara teori sudah banyak paham dan bahkan sudah melaksanakan. Momentum ini akan mendongkrak persentase partisipasi krama agar target 100 persen pemilahan sampah rumah tangga di tahun 2026 bisa tercapai,” ujarnya.

Baca Juga:  Memajukan Kewirausahaan dengan Pemanfaatan Teknologi, Bintang Puspayoga Kunjungi Kabupaten Gianyar

Bupati juga memuji langkah DLHK yang melibatkan siswa-siswi SD guna membangun budaya bersih sejak dini sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu, ia meminta desa adat, kelurahan, dan perbekel memperkuat regulasi lokal tentang PSBS di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Ketua TP. PKK sekaligus Ketua PSBS Badung, Rasniathi Adi Arnawa, menekankan pentingnya pemahaman jenis sampah di tingkat rumah tangga karena perbedaan jenis sampah menentukan metode pengelolaannya. Ia mengajak krama menyukseskan Gerakan Sadar Sampah Dari Rumah melalui aksi cegah sampah, memilah (organik, daur ulang, residu), menghabiskan makanan, serta mengomposkan sisa makanan.

“Saya mengajak masyarakat menggalakkan Gerakan Sadar Sampah melalui tiga pilar utama. Pertama, pembatasan dengan menyetop plastik sekali pakai dan selalu membawa tumbler serta wadah belanja ramah lingkungan. Kedua, habiskan makanan untuk mencegah timbulan food waste. Ketiga, pilah dari sumber agar tidak mencampur sampah demi mencegah beban berlebih di TPA,” ucapnya.

Baca Juga:  Bupati Badung Turun ke Lapangan Pantau Penanganan Banjir di Jimbaran, Fokus Pengendalian Berkelanjutan

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh Forkopimda Badung, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara Ni Nyoman Santi, Sekda Badung IB. Surya Suamba, Kepala OPD, Majelis Desa Adat (MDA), para Camat, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, pengelola TPS3R, pengurus bank sampah, serta Kepala Sekolah se-Kabupaten Badung.(den/updatebali)