Jelang Tumpek Wayang, Bupati Badung Ajak Warga Bangun Budaya Bersih dan Peduli Lingkungan

0
17
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta dan para ASN serta komponen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih lingkungan serta pembersihan sampah plastik di kawasan Puspem Badung, Jumat (9/10).
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta dan para ASN serta komponen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih lingkungan serta pembersihan sampah plastik di kawasan Puspem Badung, Jumat (9/10). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan yang berlandaskan kearifan lokal.

Dipimpin Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat menggelar aksi bersih-bersih lingkungan serta membersihkan sampah plastik di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Jumat, 9 Oktober 2026.

Aksi gotong royong yang menyasar saluran irigasi, anak sungai, dan telajakan tersebut dilaksanakan untuk menyambut Rahina Tumpek Wayang.

Kegiatan ini melibatkan Wakil Ketua III DPRD Badung I Made Sunarta, Sekda Badung IB. Surya Suamba, jajaran kepala OPD, Forkopimda, para camat, instansi vertikal, perwakilan perguruan tinggi, pelajar, serta komunitas peduli lingkungan.

Baca Juga:  KPU Badung Perbarui Data Pemilih, Hak Politik Warga Dipastikan Tetap Terjaga

Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa tradisi menjaga kelestarian alam telah diwariskan oleh leluhur Bali sejak dahulu, salah satunya melalui perayaan Tumpek Wayang. Momentum ini, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai tersebut kepada generasi muda agar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemerintah Kabupaten Badung hadir lengkap untuk melaksanakan bersih-bersih lingkungan termasuk irigasi di sepanjang Puspem ini. Di Bali, budaya itu sudah tumbuh dan terbukti dari perayaan Tumpek Wayang. Kita diingatkan untuk selalu bersih-bersih lingkungan, bukan hanya sekarang, tetapi seterusnya. Mudah-mudahan ini menjadi budaya bagi generasi muda kedepan,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga:  Pemprov Bali Berbagi Sukses SP4N LAPOR! dengan Empat Provinsi

Lebih lanjut, Adi Arnawa menghubungkan kegiatan tersebut dengan filosofi Jana Kerthi, yakni menjaga keseimbangan lingkungan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Ia juga menekankan bahwa Puspem Badung harus menjadi contoh dalam pengelolaan kebersihan dan penataan ruang hijau.

Ia mengingatkan bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh masyarakat Badung. Pemerintah daerah bertugas menyiapkan regulasi dan sarana pendukung, sedangkan keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi penerapan pembatasan penggunaan kantong plastik dan botol plastik sekali pakai di lingkungan instansi pemerintahan. Upaya tersebut turut didukung dengan pembiasaan membawa botol minum atau tumbler pribadi sesuai Surat Edaran Sekda.

Baca Juga:  Festival Lingkungan Hidup Denpasar 2025 Resmi Ditutup, Puluhan Penggiat Lingkungan Terima Penghargaan

Pada akhir arahannya, Adi Arnawa mengajak masyarakat menerapkan lima langkah nyata dalam pengelolaan sampah, yaitu mengurangi sampah, memilah sampah dari sumbernya, memanfaatkan sampah yang bernilai, mengelola residu, serta tidak membuang sampah sembarangan.

“Kebersihan bukan pekerjaan satu pihak, bukan pula pekerjaan satu hari. Kebersihan adalah budaya, tanggung jawab, dan bagian dari kualitas hidup kita bersama. Setelah lingkungan ini bersih, mari kita jaga agar tetap bersih,” pungkas Bupati Adi Arnawa.(den/updatebali)