
UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Tingginya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Badung membuat pemerintah daerah memperkuat kesiapan sektor kesehatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung memastikan layanan kegawatdaruratan tetap tersedia selama 24 jam, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan dan praktik medis yang beroperasi di kawasan pariwisata.
Penguatan layanan tersebut dilakukan melalui aplikasi Badung Sehat yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan. Sistem ini menjadi salah satu upaya memastikan kebutuhan kesehatan dapat ditangani secara cepat, terutama ketika terjadi kondisi darurat.
Langkah tersebut menjadi penting karena Badung merupakan salah satu gerbang utama kedatangan wisatawan asing melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 3.307.775 wisatawan mancanegara datang melalui bandara tersebut berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Badung.
Besarnya mobilitas wisatawan menuntut kesiapan layanan kesehatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan mutu. Ketersediaan layanan kesehatan yang memadai sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan pariwisata berkualitas di Badung.
Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., MARS., FINASIM., mengatakan penguatan layanan kesehatan ditujukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan selama berada di wilayah Badung.
“Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami. Sesuai visi Bapak Bupati mewujudkan pariwisata berkualitas, jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik sesuai kebutuhan masyarakat termasuk para wisatawan, seperti perlindungan medis yang andal, respons cepat emergency 24 jam serta profesional dan tentunya mempunyai izin sesuai regulasi. Kami tidak menoleransi praktik medis ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan pasien dan tentunya juga tenaga medis tersebut,” ujar Bagus Padma saat diwawancarai di Puspem Mangupraja Mandala, Mengwi, Jumat 21 Agustus 2026.
Melalui Badung Sehat, akses terhadap sejumlah layanan kesehatan kini terintegrasi dalam satu sistem. Salah satu layanan yang menjadi prioritas adalah penanganan kegawatdaruratan dengan dukungan ambulans yang ditempatkan di 13 puskesmas.
Armada tersebut terhubung dengan sistem respons internal yang melibatkan tenaga medis dan petugas ambulans. Ketika laporan kegawatdaruratan masuk, petugas dapat mengidentifikasi dan mengarahkan ambulans terdekat menuju lokasi.
Pola kerja tersebut berdampak pada waktu respons. Jika sebelumnya penanganan membutuhkan waktu lebih dari 30 menit, rata-rata waktu tanggap kini dapat dipangkas menjadi sekitar 10-14 menit.
Tidak hanya menangani keadaan darurat, aplikasi Badung Sehat juga menyediakan sejumlah layanan lain. Masyarakat dan wisatawan dapat memanfaatkan fasilitas telemedicine untuk berkonsultasi dengan dokter, ambulans non-darurat, home care, informasi ketersediaan vaksin dan kebutuhan donor darah, hingga kanal pengaduan.
Sistem tersebut juga digunakan untuk memantau sejumlah penyakit yang menjadi perhatian kesehatan masyarakat, termasuk demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.
Di tengah penguatan layanan digital, Dinkes Badung juga meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggara layanan kesehatan. Pembinaan dilakukan untuk memastikan klinik dan fasilitas kesehatan memenuhi ketentuan perizinan serta standar pelayanan yang berlaku.
Pengawasan turut menyasar praktik IV drip atau infus vitamin maupun terapi kesehatan yang ditawarkan secara terselubung tanpa melalui fasilitas kesehatan berizin. Dinkes juga memberi perhatian terhadap praktik pelayanan medis yang dilakukan warga negara asing (WNA) tanpa izin resmi.
Seluruh penyedia layanan kesehatan diminta memastikan izin operasional dan persyaratan pelayanan telah dipenuhi sebelum memberikan layanan kepada masyarakat maupun wisatawan. Selain berkaitan dengan kepastian hukum, langkah ini dinilai penting untuk melindungi keselamatan pasien.
Pada aspek pencegahan penyakit, Dinkes Badung juga memperkuat pengendalian penyakit menular dan zoonosis. Vaksinasi rabies terhadap populasi anjing di Badung telah mencapai lebih dari 80 persen.
Layanan rabies center juga telah tersedia di setiap puskesmas dan RS Daerah. Sementara di kawasan wisata yang memiliki potensi interaksi dengan satwa, seperti Sangeh dan Uluwatu, telah disiapkan prosedur penanganan apabila terjadi gigitan.
Wisatawan atau masyarakat yang mengalami gigitan satwa diarahkan segera menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi. Pemberian Vaksin Antirabies (VAR) maupun Serum Antirabies (SAR) dilakukan apabila berdasarkan pemeriksaan medis memang diperlukan.
Dinkes Badung juga memperluas surveilans epidemiologi untuk mendeteksi dan mengantisipasi penyakit menular. Pengawasan mencakup penyakit seperti Legionella dan DBD, khususnya di kawasan yang memiliki aktivitas pariwisata tinggi.
Sementara itu, persoalan gangguan pencernaan yang kerap diasosiasikan wisatawan dengan istilah “Bali Belly” turut menjadi perhatian. Pencegahan dilakukan dengan pendekatan dari hulu hingga hilir, termasuk memperkuat aspek lingkungan dan keamanan pangan.
Edukasi serta pemeriksaan dilakukan terhadap higiene, ketersediaan air bersih, sanitasi dan keamanan pangan. Pengawasan mencakup tempat pengolahan makanan, restoran, hotel hingga pelaku usaha kuliner berskala mikro yang berada di kawasan wisata.
Pengelola vila, homestay dan hostel juga diminta berperan dalam memastikan wisatawan memperoleh penanganan yang tepat. Apabila wisatawan mengalami gangguan kesehatan, pengelola diimbau mengarahkan mereka ke fasilitas kesehatan resmi, baik puskesmas, klinik maupun rumah sakit yang telah memiliki izin.
Untuk menyampaikan kritik, saran maupun pengaduan mengenai pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan, masyarakat dapat memanfaatkan Kontak Bupati Badung melalui WhatsApp di nomor 081-558-200-200.
Sementara wisatawan maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam kondisi kegawatdaruratan kesehatan dapat menghubungi Safety Center Kesehatan Badung di nomor 081139919119.(adv/updatebali)


