Bulfest 2026 Hadirkan Singaraja Tempo Dulu, Ada Kuliner Legendaris hingga Musik Nasional

0
169
Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menyiapkan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 dengan konsep yang mengangkat kembali suasana Singaraja pada masa lalu.
Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menyiapkan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 dengan konsep yang mengangkat kembali suasana Singaraja pada masa lalu. Sumber foto: Humas Kominfosanti Buleleng/Updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menyiapkan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 dengan konsep yang mengangkat kembali suasana Singaraja pada masa lalu.

Festival yang digelar pada 18–23 Agustus 2026 ini mengusung tema “Uriping Rasa”, yang dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali rasa, cerita dan identitas Buleleng.

Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan. Nuansa Singaraja sebagai kota tua dengan sejarah panjang akan dihadirkan melalui berbagai aktivitas, termasuk kuliner legendaris, kesenian, ruang kreatif dan berbagai atraksi bernuansa tempo dulu.

Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengatakan Bulfest 2026 memiliki misi lebih luas dibandingkan sekadar agenda hiburan. Festival ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali sejarah serta membangun kebanggaan masyarakat terhadap warisan Singaraja sebagai bagian penting dari perjalanan Bali Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan Sutjidra dalam jumpa pers bersama sejumlah awak media di Rumah Makan Soenda Ketjil, Singaraja, Jumat 14 Agustus 2026.

Baca Juga:  Bupati Sutjidra Tinjau Kesiapan Renovasi RSUD Buleleng, Fokus pada Peningkatan Pelayanan Publik

“Buleleng ini memiliki rekam jejak yang sangat kuat sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan masa lalu. Melalui Bulfest 2026, kami tidak hanya menghadirkan nuansa fisik kota lama, tetapi menyalakan kembali ‘Uriping Rasa’—rasa memiliki, rasa bangga, dan rasa cinta terhadap warisan leluhur. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk merasakan kembali romantisme Singaraja tempo dulu,” tegas Bupati Sutjidra di hadapan para wartawan.

Salah satu kawasan yang menjadi pusat perhatian berada di Zona A atau Area Buleleng Tempo Dulu. Area tersebut membentang dari Tugu Singa Ambara Raja, Jalan Ngurah Rai, Gedung Laksmi Graha hingga kawasan bersejarah Soenda Ketjil.

Pengunjung nantinya dapat menikmati suasana yang dirancang menyerupai perjalanan ke Singaraja masa lampau. Berbagai atraksi disiapkan, mulai dari bioskop tempo dulu, pasar rakyat, permainan tradisional anak, parade seni jalanan hingga kuliner khas Bali Utara yang ditampilkan dengan konsep etalase vintage.

Selain menghidupkan kembali suasana kota lama, Bulfest 2026 juga diarahkan untuk membuka ruang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 105 UMKM terkurasi akan ambil bagian dengan menghadirkan produk kriya, kuliner olahan lokal, fesyen serta berbagai produk ekonomi kreatif.

Baca Juga:  Diikuti 2.469 Pelamar, Sekda Alit Wiradana Tinjau Hari Pertama Seleksi Kompetensi PPPK Kota Denpasar

Ketua Panitia Bulfest 2026, Putu Ariadi Pribadi, mengatakan keterlibatan UMKM dan seniman menjadi bagian penting dalam konsep penyelenggaraan festival tahun ini.

“Kami membagi festival ke dalam tiga zona terpadu, mulai dari kawasan heritage tempo dulu, zona creative space anak muda, hingga zona budaya berkelanjutan. Seluruh lapak UMKM di zona sejarah didesain dengan estetika vintage agar selaras dengan narasi Buleleng masa lalu,” ujar Ariadi.

Dari sisi seni pertunjukan, Bulfest 2026 juga akan melibatkan lebih dari 60 kelompok kesenian daerah dan musik modern. Sejumlah pertunjukan kolosal seperti Tari Trunajaya, Wiranjaya dan Palawakya akan ditampilkan dengan melibatkan ratusan penari dari berbagai sanggar lokal.

Pertunjukan tradisional tersebut juga akan dipadukan dengan atraksi gong kebyar, drama gong serta penampilan sejumlah grup musik nasional. KLa Project, Dialog Dini Hari, Lolot dan White Swan dijadwalkan ikut mengisi panggung festival.

Baca Juga:  SMPN 6 Tejakula Akan Direvitalisasi Menyeluruh, Pemkab Buleleng Fokus Sekolah Pinggiran

Kehadiran musisi dari berbagai generasi tersebut diharapkan dapat memperluas daya tarik Bulfest, khususnya bagi kalangan anak muda, tanpa meninggalkan identitas seni dan budaya Buleleng.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan selama enam hari, Pemkab Buleleng menyiapkan pengamanan terpadu. Sekitar 200 personel gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP dan Pecalang akan diterjunkan setiap hari selama festival berlangsung.

Pengaturan mobilitas pengunjung juga telah disiapkan. Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng bersama Polres dan Desa Adat Buleleng akan menerapkan rekayasa lalu lintas serta menyiapkan sejumlah kantong parkir strategis di sekitar lokasi kegiatan.

Dengan perpaduan sejarah, budaya, kuliner, kreativitas dan pemberdayaan UMKM, Bulfest 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Singaraja sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Bali.(adv/updatebali)