Sariasih Sedana Arta Perkuat PAUD-HI di Bangli, Pendidikan dan Kesehatan Anak Diintegrasikan

0
128
Bunda PAUD Kabupaten Bangli, Sariasih Sedana Arta, mendorong agar layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor.
Bunda PAUD Kabupaten Bangli, Sariasih Sedana Arta, mendorong agar layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor. Sumber foto: Humas Bangli/Updatebali

UPDATEBALI.com, BANGLI – Upaya menyiapkan generasi berkualitas di Kabupaten Bangli terus diperkuat dari tingkat pendidikan anak usia dini. Bunda PAUD Kabupaten Bangli, Sariasih Sedana Arta, mendorong agar layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor.

Hal tersebut disampaikan Sariasih saat membuka Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB), Kantor Bupati Bangli, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurutnya, masa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan kualitas anak. Tidak hanya perkembangan intelektual, aspek kesehatan, gizi, karakter, pengasuhan, perlindungan serta kemampuan sosial dan emosional juga perlu mendapatkan perhatian secara bersamaan.

Kegiatan sosialisasi menjadi forum untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat koordinasi para pemangku kepentingan dalam memberikan pemenuhan hak anak. Narasumber dalam kegiatan tersebut berasal dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Sejumlah pihak turut mengikuti kegiatan, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali selaku Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Bali, Ketua Forum PUSPA Kabupaten Bangli Suciati Diar, Ketua DWP Kabupaten Bangli Pusparini Riana Putra, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Bangli, Bunda PAUD kecamatan serta desa/kelurahan, pendidik, tenaga kependidikan dan mitra PAUD.

Baca Juga:  Angkat Program Smara Ratih, Pemkab Tabanan Sukses Turunkan Stunting

Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali yang dibacakan Pengawas Ahli Madya Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Sang Kompyang Arda, disebutkan bahwa periode usia dini merupakan masa emas atau golden age dalam perkembangan seorang anak.

Pada periode tersebut, kebutuhan anak tidak dapat dipenuhi hanya melalui pendidikan formal. Aspek kesehatan, kecukupan gizi, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tumbuh kembang.

“Pengembangan potensi anak tidak bisa hanya bertumpu pada aspek pendidikan belaka. Anak-anak tidak hanya butuh pintar membaca atau berhitung, tetapi juga memerlukan gizi yang baik agar bebas dari stunting, perlindungan dari kekerasan, pengasuhan penuh kasih sayang, dan jaminan kesehatan. Itulah inti dari PAUD Holistik Integratif,” ungkapnya.

PAUD-HI menempatkan anak sebagai pusat layanan yang membutuhkan dukungan dari berbagai unsur. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat dan mitra terkait agar berbagai kebutuhan anak dapat dipenuhi secara terpadu.

Pengembangan layanan tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam mewujudkan Bali Era Baru. Salah satu tujuan yang hendak dicapai adalah membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing dengan tetap berpegang pada adat serta budaya Bali.

Baca Juga:  Kolaborasi Pemkot dan BKKBN, Rumah Singgah Denpasar Jadi Pusat Konsultasi Keluarga

Bunda PAUD Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengatakan pola pelayanan kepada anak usia dini harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak terpisah-pisah. Menurutnya, pendidikan perlu berjalan bersama dengan pemenuhan kebutuhan kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan.

“Anak usia dini adalah masa emas yang tidak akan terulang kembali. Melalui konsep PAUD-HI, kita diajak memberikan layanan yang menyeluruh, mencakup pendidikan, gizi, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak,” tegasnya.

Sariasih juga menilai keberadaan Bunda PAUD di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan dapat diterapkan di lapangan. Mereka diharapkan mampu menjadi penghubung sekaligus penggerak kolaborasi berbagai program yang berkaitan dengan anak dan keluarga.

“Ibu-ibu sekalian adalah jembatan yang menghubungkan kebijakan dengan aksi nyata,” ujarnya.

Untuk memperkuat pelaksanaan PAUD-HI, ia meminta Bunda PAUD di seluruh wilayah Bangli meningkatkan komunikasi dan koordinasi lintas sektor. Berbagai layanan yang telah berjalan di masyarakat dapat diintegrasikan, seperti Satuan PAUD, Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), serta program penanganan dan pencegahan stunting di tingkat desa.

Baca Juga:  OJK Bali dan Pemkab Jembrana Salurkan Bantuan untuk Petani Kakao, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Potensi yang dimiliki desa juga perlu dimanfaatkan secara optimal. Termasuk dukungan melalui Dana Desa yang dapat diarahkan untuk mendukung program terkait tumbuh kembang dan kesejahteraan anak secara berkesinambungan.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menerjemahkan kebijakan PAUD-HI ke dalam aksi nyata. Implementasinya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar setiap anak mendapatkan kesempatan yang setara untuk tumbuh di lingkungan yang sehat, aman dan mendukung.

Pemkab Bangli terus mendorong terbentuknya ekosistem yang mampu memenuhi kebutuhan anak secara utuh. Integrasi layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan diharapkan dapat membuat penanganan kebutuhan anak lebih efektif.

Penguatan PAUD-HI juga dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi Kabupaten Bangli. Persiapan generasi masa depan dilakukan melalui perhatian dan kebijakan yang diberikan sejak anak berada pada tahap awal kehidupannya.

Melalui kolaborasi antarsektor yang semakin kuat, Bangli diarahkan untuk membangun lingkungan yang ramah anak. Dengan demikian, anak-anak diharapkan dapat tumbuh sehat, cerdas, ceria, memiliki karakter serta menjadi generasi yang tangguh dan berkualitas bagi masa depan Bangli, Bali dan Indonesia.(yud/updatebali)