spot_img
spot_img
BerandaBaliNuanu Social Fund Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Desa Bengkel

Nuanu Social Fund Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Desa Bengkel

UPDATEBALI.com, TABANAN – Pengembangan Nuanu Creative City di Bali tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kawasan kreatif dan ekonomi, tetapi juga memperkuat kontribusi sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah Tabanan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang menyasar langsung kebutuhan warga.

Salah satu realisasi terbaru adalah pembangunan kembali rumah milik Biang Sayu, warga Desa Bengkel, Tabanan. Hunian tersebut dibangun ulang setelah kondisi rumah sebelumnya dinilai tidak lagi layak untuk ditempati dan menunjang aktivitas sehari-hari.

Sebelum tahap pembangunan rumah dilakukan, Nuanu Social Fund (NSF) telah lebih dulu memberikan pendampingan berupa bantuan kebutuhan dasar seperti bahan pangan, popok dewasa, serta dukungan pemeriksaan kesehatan mata untuk membantu kondisi kesehatan penerima manfaat yang diketahui mengalami katarak.

Dari proses pendampingan tersebut, tim NSF menilai bahwa diperlukan solusi yang lebih menyeluruh, sehingga diputuskan untuk membangun kembali rumah agar lebih aman dan layak huni.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Nusa Penida Mulai Ramai di Kunjungi Wisatawan Domestik

Nuanu Social Fund sendiri merupakan program dana sosial yang bersumber dari kontribusi berbagai unit usaha di dalam ekosistem Nuanu. Dana tersebut kemudian dialokasikan kembali ke masyarakat melalui program di bidang sosial, budaya, pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan komunitas.

Sepanjang 2025, tercatat lebih dari Rp5,6 miliar telah disalurkan melalui NSF kepada lebih dari 14.600 penerima manfaat di Bali, mencakup berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian budaya, dan penguatan infrastruktur komunitas.

Pembangunan kembali rumah Biang Sayu menjadi salah satu implementasi nyata dari pendekatan tersebut, yang terlaksana melalui kolaborasi antara Nuanu Social Fund, Luna Beach Club, serta Pemerintah Desa Bengkel.

“Bagi Nuanu Social Fund, inisiatif ini bukan hanya tentang membangun sebuah rumah, tetapi tentang memastikan bahwa kebutuhan masyarakat sekitar benar-benar menjadi dasar dari program sosial yang dijalankan,” ujar Auditya Sari, Head of Nuanu Social Fund pada Jumat, 12 Juni 2026.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Harapkan Solidaritas Pesemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Mampu Memperkuat Pembangunan di Tabanan

“Melalui dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berupaya memahami kebutuhan nyata yang dihadapi masyarakat sehingga dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaat yang lebih tepat dan bermakna,” tuturnya.

Dari pihak Luna Beach Club, keterlibatan dalam program ini disebut sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dalam ekosistem Nuanu.

“Sebagai salah satu proyek yang berkontribusi pada Nuanu Social Fund, Luna Beach Club melihat partisipasi dalam program ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa pertumbuhan yang terjadi di dalam kawasan juga memberikan manfaat bagi komunitas di sekitarnya,” ujar James Ephraims, Founder of Luna Beach Club.

“Menjadi bagian dari inisiatif ini merupakan pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Kami bersyukur atas kesempatan untuk terhubung dengan masyarakat lokal dan turut berkontribusi bagi komunitas,” tambah Elly, perwakilan dari Luna Beach Club.

Baca Juga:  Pemeriksaan Kinerja JKN 2023-2024, Pemkab Bangli Siap Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik

Sementara itu, Pemerintah Desa Bengkel menilai program ini sebagai bentuk sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan warga secara langsung.

“Bagi Desa Bengkel, pembangunan kembali rumah Biang Sayu menunjukkan pentingnya kemitraan yang dibangun atas dasar kepedulian jangka panjang,” ujar I Nyoman Wahya Biantara, Kepala Desa Bengkel.

“Kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan warga dapat dijawab secara nyata dan tepat sasaran,” tambahnya.

Setelah pembangunan selesai, rumah tersebut juga telah melalui prosesi upacara melaspas sebagai bagian dari tradisi setempat sebelum dihuni. Prosesi ini menandai dimulainya penggunaan hunian baru bagi penerima manfaat.

Ke depan, Nuanu Social Fund menegaskan akan terus mengembangkan program berbasis kebutuhan masyarakat di Tabanan dan Bali melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, agar pertumbuhan kawasan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan komunitas di sekitarnya.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments