Hardiknas 2026, Bahasa Pedawa Dihidupkan Kembali Lewat Aksi Lintas Generasi

0
157
Upaya pelestarian bahasa daerah kembali digelorakan melalui kegiatan revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa yang digelar di Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Upaya pelestarian bahasa daerah kembali digelorakan melalui kegiatan revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa yang digelar di Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Sumber foto: Humas Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Upaya pelestarian bahasa daerah kembali digelorakan melalui kegiatan revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa yang digelar di Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Program ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan yang dilakukan Sekolah Adat Manik Empul dalam menjaga eksistensi bahasa lokal di tengah derasnya pengaruh modernisasi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat lintas usia serta didukung kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa buka Lomba Layang Banjaran Kite Festival VI

Beragam aktivitas disuguhkan untuk menghidupkan kembali tradisi lisan, seperti mesatua atau bercerita, banyolan berbahasa Pedawa, pembacaan puisi, hingga pidato (pidarta). Materi tersebut dirancang untuk memperkuat penggunaan bahasa Pedawa dalam keseharian masyarakat.

Kepala Sekolah Adat Manik Empul, Wayan Sadnyana, menyebut kegiatan ini memiliki tujuan ganda, yakni menjaga keberadaan bahasa Pedawa sebagai bagian dari dialek Bahasa Bali sekaligus menggali kembali nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga:  Akademisi Sambut Baik Perda Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Masa Depan Inisiasi Gubernur Koster

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana pada Sabtu 2 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang Mei, dengan melibatkan relawan dan tokoh adat sebagai pengajar. Peserta yang ambil bagian mencakup pelajar tingkat dasar hingga mahasiswa, serta masyarakat umum.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Bali Apresiasi Semangat Puteri Anak dan Remaja untuk Pelestarian Budaya

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya terjaga, tetapi juga kembali digunakan secara aktif sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.(adv/ub)