spot_img
spot_img
BerandaBaliHardiknas 2026, Bahasa Pedawa Dihidupkan Kembali Lewat Aksi Lintas Generasi

Hardiknas 2026, Bahasa Pedawa Dihidupkan Kembali Lewat Aksi Lintas Generasi

UPDATEBALI.comBULELENG – Upaya pelestarian bahasa daerah kembali digelorakan melalui kegiatan revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa yang digelar di Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Program ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan yang dilakukan Sekolah Adat Manik Empul dalam menjaga eksistensi bahasa lokal di tengah derasnya pengaruh modernisasi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat lintas usia serta didukung kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali.

Baca Juga:  Pj Bupati Lihadnyana Tekankan Digitalisasi Sebagai Penambah Daya Saing

Beragam aktivitas disuguhkan untuk menghidupkan kembali tradisi lisan, seperti mesatua atau bercerita, banyolan berbahasa Pedawa, pembacaan puisi, hingga pidato (pidarta). Materi tersebut dirancang untuk memperkuat penggunaan bahasa Pedawa dalam keseharian masyarakat.

Kepala Sekolah Adat Manik Empul, Wayan Sadnyana, menyebut kegiatan ini memiliki tujuan ganda, yakni menjaga keberadaan bahasa Pedawa sebagai bagian dari dialek Bahasa Bali sekaligus menggali kembali nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Gerak Cepat, Gelar Rakor Lintas Sektor

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana pada Sabtu 2 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang Mei, dengan melibatkan relawan dan tokoh adat sebagai pengajar. Peserta yang ambil bagian mencakup pelajar tingkat dasar hingga mahasiswa, serta masyarakat umum.

Baca Juga:  Tunggangi Ioniq 5, Wabup Ipat Ikut Berpatisipasi di Kejurnas Wisata Rally Jembrana

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya terjaga, tetapi juga kembali digunakan secara aktif sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments