
UPDATEBALI.com, KARANGASEM — Upaya pemberdayaan perempuan desa terus menunjukkan hasil positif di Desa Ulakan, Kecamatan Manggis.
Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Satya Luwih Lestari, para ibu rumah tangga kini mampu mengembangkan usaha olahan kacang tanah menjadi produk bernilai ekonomi.
Bermula dari kegiatan sederhana untuk konsumsi sendiri, kelompok ini berkembang menjadi unit usaha yang lebih terarah. Setiap pekan, anggota KWT rutin berkumpul untuk mengolah kacang tanah menjadi kacang goreng dan kacang telur dengan proses produksi yang semakin tertata, mulai dari pemilihan bahan hingga pengemasan.
Salah satu anggota, Putu Indrayani, mengungkapkan bahwa pendampingan yang diterima telah meningkatkan kepercayaan diri anggota dalam menghasilkan produk yang layak jual.
“Sekarang kami lebih memahami cara pengolahan yang baik dan produk kami semakin siap dipasarkan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ni Wayan Rosina Wati yang merasakan manfaat ganda dari kegiatan tersebut, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
“Selain menambah penghasilan, kami juga memiliki kegiatan positif dan bisa belajar bersama,” katanya.
Perkembangan KWT Satya Luwih Lestari tidak terlepas dari dukungan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Manggis melalui Program Jejaring Ulakan. Program ini memberikan bantuan sarana produksi, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas kelompok.
Ketua KWT, Ni Made Suma Mergantini, menyebutkan bahwa dukungan tersebut mendorong perubahan signifikan dalam pengelolaan kelompok.
“Kami tidak hanya dibantu fasilitas, tetapi juga didampingi agar lebih terstruktur, mulai dari pembagian tugas hingga pencatatan produksi,” jelasnya.
Sementara itu, Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi fokus dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Melalui program ini, kami ingin mendorong perempuan berbasis potensi lokal agar mampu menciptakan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kisah KWT Satya Luwih Lestari menjadi contoh nyata kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
Dari dapur sederhana, lahir semangat baru bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.(yud/ub)


