
UPDATEBALI.com, DENPASAR – Memasuki usia ke-15 tahun, PT Jamkrida Bali Mandara diingatkan untuk tidak bergeser dari tujuan awal pembentukannya sebagai lembaga yang membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperoleh akses pembiayaan.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, meski bisnis dan layanan penjaminan yang dikembangkan perusahaan terus mengalami perubahan, keberpihakan terhadap UMKM harus tetap menjadi landasan utama.
Hal itu disampaikan dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra pada peringatan HUT ke-15 PT Jamkrida Bali Mandara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin 10 Agustus 2026.
Jamkrida Bali Mandara dibentuk Pemerintah Provinsi Bali melalui Peraturan Daerah pada 2010. Kehadirannya ditujukan untuk membantu pelaku UMKM yang memiliki prospek usaha, tetapi terkendala ketika hendak mendapatkan pembiayaan dari perbankan maupun institusi keuangan lainnya.
Koster menilai skema penjaminan menjadi instrumen penting untuk menjembatani persoalan tersebut. Dengan adanya jaminan, UMKM diharapkan memiliki kesempatan lebih besar memperoleh modal untuk menjaga keberlangsungan sekaligus meningkatkan skala usahanya.
“Pemerintah daerah hadir melalui lembaga penjaminan PT Jamkrida Bali Mandara untuk menutupi kelemahan UMKM sehingga mereka dapat mengakses produk-produk keuangan. Karena itu, jangan sampai kita melupakan idealisme atas keberadaan lembaga ini,” tegas Gubernur Koster.
Menurut Koster, ketahanan UMKM telah teruji dalam menghadapi situasi ekonomi yang penuh tekanan. Salah satu buktinya terlihat ketika pandemi Covid-19 melanda dan berbagai sektor mengalami perlambatan. Di tengah kondisi tersebut, UMKM tetap menjadi bagian penting yang menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Sekda Bali Dewa Made Indra menyampaikan bahwa perkembangan jumlah UMKM yang mendapatkan fasilitas penjaminan dari Jamkrida menunjukkan tren positif. Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator tingginya kebutuhan masyarakat sekaligus menunjukkan kondisi perusahaan yang semakin kuat.
“Tidak dipungkiri, jumlah UMKM yang dibantu penjaminannya oleh PT Jamkrida Bali Mandara terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa PT Jamkrida Bali Mandara berada dalam kondisi yang sangat sehat,” kata Dewa Indra.
Atas perkembangan tersebut, Dewa Indra meminta pemerintah kabupaten dan kota di Bali tidak ragu meningkatkan kolaborasi dengan Jamkrida. Kerja sama tersebut terutama diarahkan untuk memperkuat permodalan dan membuka peluang lebih luas bagi UMKM di setiap daerah untuk memperoleh pembiayaan.
“Tidak ada alasan bagi bupati/wali kota meragukan untuk memperkuat permodalan dan kerja samanya dengan PT Jamkrida Bali Mandara, sekaligus memperluas UMKM di daerah masing-masing untuk mengakses lembaga keuangan bagi perkembangan mereka,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada berbagai lembaga keuangan yang telah menjadi mitra PT Jamkrida Bali Mandara. Menurut Dewa Indra, kolaborasi antara Jamkrida dengan lembaga keuangan perlu terus diperluas sehingga peran BUMD tersebut semakin terasa dalam mendorong perekonomian Bali.
Peringatan HUT ke-15 sekaligus menjadi momentum bagi Jamkrida Bali Mandara untuk melakukan rebranding. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat identitas perusahaan, tetapi juga meningkatkan kontribusinya terhadap masyarakat, perekonomian daerah, pembukaan lapangan pekerjaan, serta kesejahteraan masyarakat Bali.
Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, mengatakan pihaknya akan terus mendorong perluasan layanan penjaminan bagi UMKM. Ia menekankan bahwa keberadaan Jamkrida bukan sekadar menjalankan aktivitas komersial, melainkan juga mempunyai fungsi strategis dalam membantu pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan.
“Hari ulang tahun ke-15 ini sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan diri melalui kegiatan sosial, spiritual, serta dukungan terhadap sektor pertanian. Kami ingin memastikan kegiatan yang dilakukan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Dampak layanan Jamkrida juga tergambar dari hasil tanggapan para pelaku UMKM. Lebih dari 85 persen UMKM menilai fasilitas penjaminan yang diberikan perusahaan telah memberikan manfaat bagi perkembangan usaha mereka.
Selain itu, 92,2 persen UMKM mengaku lebih mudah membangun kerja sama bisnis baru setelah memperoleh layanan penjaminan. Sementara 90,9 persen menyebut layanan tersebut membantu meningkatkan pemasaran sekaligus mendukung pengembangan produk.
Dalam rangkaian perayaan tersebut, PT Jamkrida Bali Mandara turut memperkenalkan identitas visual baru melalui peluncuran logo perusahaan. Rebranding ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menegaskan arah dan identitas barunya.
Logo baru Jamkrida menggabungkan sejumlah elemen simbolik. Siluet candi bentar menggambarkan keterbukaan dan kepercayaan, sedangkan monogram huruf “J” menjadi penanda identitas perusahaan. Unsur upward trend menunjukkan semangat pertumbuhan dan kemajuan.
Tiga pilar candlestick merepresentasikan tiga unsur dalam ekosistem penjaminan, yaitu terjamin, penjamin, dan kreditur. Dua anak panah dinamis menggambarkan hak serta kewajiban. Adapun sudut 45 derajat mengambil makna dari Kurva Lorenz yang berkaitan dengan distribusi pendapatan dan pemerataan.
Arah gerak ke kanan dalam logo dimaknai sebagai semangat untuk terus melangkah maju dan bersikap proaktif. Sementara kemiringan 10 derajat menggambarkan struktur kepemilikan Jamkrida Bali Mandara yang melibatkan Pemerintah Provinsi Bali bersama sembilan pemerintah kabupaten/kota.
Selain peluncuran logo, acara juga diisi dengan penyerahan CSR bagi UMKM dalam ekosistem digital kepada Onishop dan Prada Tekno. Penghargaan berupa token appreciation turut diberikan kepada sejumlah mitra kerja, yakni PT Bank BPD Bali, Perbarindo Provinsi Bali, Badan Kerja Sama (BKS) LPD Bali, Gapensi, serta Dekopinwil Bali.(yud/ub)


