UPDATEBALI.com, DENPASAR – Komitmen Pemerintah Kota Denpasar untuk terus memperkuat mutu pendidikan kembali diwujudkan lewat peresmian dua gedung sekolah dasar.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, secara resmi membuka penggunaan gedung baru SD Negeri 1 Padangsambian dan SD Negeri 6 Panjer, Kamis 30 Oktober 2025.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, serta upacara pemelaspasan bertepatan dengan rahina Kajeng Kliwon Enyitan, sebagai bentuk penyucian sebelum gedung digunakan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Dr. Made Oka Cahyadi Wiguna, anggota DPRD I Nyoman Kari Santika, Kadis Dikpora AA Gede Wiratama, kepala sekolah dari kedua SD, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Kedua sekolah kini memiliki gedung tiga lantai dengan 18 ruangan, terdiri dari 12 ruang kelas serta 6 ruang pendukung seperti aula, perpustakaan, ruang guru, dan ruang kesehatan. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan belajar dan menumbuhkan semangat baru bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Walikota Jaya Negara dalam sambutannya menegaskan, pembangunan sarana pendidikan di Denpasar dilakukan melalui perencanaan berbasis kebutuhan dan pemerataan. Pemerintah sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung untuk memetakan kondisi sekolah dan menentukan prioritas pembangunan.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Denpasar bisa belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak. Gedung baru ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi simbol komitmen kita bersama untuk mencetak generasi cerdas dan berkarakter,” ujar Jaya Negara.
Ia menambahkan, pembangunan sarana pendidikan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, menyesuaikan skala prioritas setiap wilayah. Setelah pembangunan fisik selesai, dilaksanakan pula upacara Mecaru dan Pemelaspasan sebelum peresmian, sebagai bagian dari tradisi dan nilai spiritual masyarakat Bali.
Ucapan terima kasih disampaikan oleh Kepala Lingkungan Balun, Putu Erik Permana, yang menilai pembangunan gedung baru SDN 1 Padangsambian sangat membantu siswa di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemkot Denpasar, karena gedung baru ini memberikan rasa nyaman dan semangat baru bagi anak-anak kami dalam menimba ilmu,” katanya.
Hal senada diungkapkan Bendesa Adat Panjer, AA Ketut Oka Adnyana, yang menilai perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di wilayah Panjer patut diapresiasi.
“Mulai dari SDN 1 hingga SDN 6 Panjer, semuanya telah mendapat perhatian dan perbaikan. Ini bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak di desa adat kami,” ujarnya.
Dengan rampungnya pembangunan dua gedung sekolah ini, Pemerintah Kota Denpasar kembali menegaskan arah kebijakannya: pendidikan harus inklusif, bermutu, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi menjadikan Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Keharmonisan.(per/ub)





