spot_img
spot_img
BerandaBaliWHDI Denpasar Gelar Pelatihan Banten untuk Perkuat Peran Perempuan dalam Pelestarian Adat

WHDI Denpasar Gelar Pelatihan Banten untuk Perkuat Peran Perempuan dalam Pelestarian Adat

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Upaya pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan hidup yang digelar Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar pada Sabtu pagi, 14 Juni 2025.

Bertempat di Banjar Laplap Tengah, Desa Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, puluhan ibu-ibu PKK mengikuti pelatihan membuat Banten Suci Sari dengan teknik Nyacal dan Nanding, yang dibimbing langsung oleh narasumber berpengalaman dari WHDI.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, turut hadir bersama jajaran, serta dihadiri perwakilan perangkat daerah, Perbekel I Wayan Kamar, dan tokoh adat setempat. Dalam sambutannya, Ny. Antari menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme warga yang memberikan ruang bagi WHDI untuk hadir dan berbagi pengetahuan.

Baca Juga:  Melalui Raker 2026, Bunda Literasi Denpasar Mantapkan Komitmen Bangun Budaya Baca Berkelanjutan

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman kaum ibu tidak hanya tentang cara membuat banten, tetapi juga filosofi dan makna suci di balik setiap unsur banten. Ini penting agar warisan budaya Hindu tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga dimaknai secara spiritual,” jelas Antari.

Menurutnya, di tengah era modern yang serba praktis, pemahaman terhadap nilai-nilai adat dan agama perlu terus ditanamkan. Apalagi, keterampilan membuat banten merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Hindu di Bali.

Baca Juga:  Honda BeAT Jadi Sorotan di Kompetisi Basket Terbesar Bali

Ni Wayan Sukerti, salah satu narasumber pelatihan, memaparkan bahwa kegiatan ini melibatkan praktik langsung dari proses awal pembuatan Banten Suci Sari, dilengkapi dengan penjelasan simbol-simbol serta tata cara penggunaannya dalam upacara keagamaan.

“Peserta juga kami ajak berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman, agar ilmu yang diserap benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sukerti menambahkan bahwa pelatihan kecakapan hidup ini merupakan program rutin WHDI Denpasar yang digelar empat kali setahun, dengan menjangkau satu banjar di masing-masing kecamatan setiap tahunnya.

Baca Juga:  Tanah Lot Festival VI Resmi Dibuka, Wabup Dirga Tegaskan Pentingnya Jaga Taksu Pura

Salah satu peserta, Ibu Putu Ayu, mengaku senang dengan pelatihan ini.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham tidak hanya cara membuat banten, tetapi juga nilai-nilai luhur yang menyertainya,” katanya.

Melalui kegiatan ini, WHDI berharap keterampilan dan pemahaman perempuan Hindu di Kota Denpasar semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran mereka dalam menjaga adat dan budaya Bali.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments