UPDATEBALI.com, BULELENG – Kembali muncul peringatan terkait penyebaran akun WhatsApp palsu yang mengatasnamakan pimpinan daerah. Dalam kasus terbaru, terdapat akun yang menggunakan foto profil Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Buleleng, Bapak Ketut Suwarmawan, S.STP, M.M.
Namun, menurut laporan langsung dari Tim Internal CSIRT Buleleng, Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Ketut Suwarmawan, menegaskan bahwa akun WhatsApp dengan nomor (087760616655) tersebut bukanlah akun resmi miliknya.
Kasus serupa juga telah menimpa beberapa petinggi Pemerintah Kabupaten Buleleng, seperti I Putu Suardhana, Dirut Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd, dan Kepala Puskesmas Seririt 1, dr. Ketut Parining.
Komitmen Dinas Kominfosanti Buleleng dalam menanggulangi penyebaran hoaks di masyarakat sangat kuat. Ketut Suwarmawan menegaskan, “Akun-akun WhatsApp tersebut hanya memanfaatkan atau mencatut foto yang beredar di media sosial. Sangat sulit untuk dilacak keaslian pemilik nomor telepon tersebut, namun kami berusaha secepat mungkin untuk menginformasikan kepada masyarakat apabila menemukan akun WhatsApp yang mengatasnamakan Pimpinan Pemkab Buleleng.”
“Akun-akun WhatsApp tersebut hanya memanfaatkan atau mencatut foto yang beredar di media sosial. Sangat sulit untuk dilacak keaslian pemilik nomor telepon tersebut, namun kami berusaha secepat mungkin untuk menginformasikan kepada masyarakat apabila menemukan akun WhatsApp yang mengatasnamakan Pimpinan Pemkab Buleleng,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon pada Minggu, 14 April 2024.
Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap akun WhatsApp baru yang mengaku sebagai pimpinan atau pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Untuk melaporkan temuan akun WhatsApp yang mencurigakan, dapat dilakukan melalui akun Instagram @kominfosanti.buleleng.
Kesimpulannya, penemuan akun WhatsApp yang mengatasnamakan Pimpinan Pemkab Buleleng dapat dipastikan sebagai hoaks dan tidak benar. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan keamanan akun pribadi dengan langkah-langkah seperti autentikasi dua faktor dan mengganti password email serta media sosial lainnya. Waspadalah terhadap penyebaran berita hoaks yang dapat merugikan masyarakat secara luas.(den/ub)
Rujukan
https://www.instagram.com/p/C5soOMSxQ6X/?igsh=MTFibmN0MzFqZ2d5eQ==
https://www.instagram.com/p/C3ZzHhbR_yc/?igsh=NmlmdWZrbGcwNGpm
https://www.instagram.com/p/C3AYFVmRHEc/?igsh=MmYxNjVvOW41bWdk
https://www.instagram.com/p/C3rf5NDx2pN/?igsh=dnRsNmQ2ejN3NXFp