Wamenkes RI Kunjungi Pustu Dauh Puri Denpasar, Puji Layanan Lengkap dan Inovasi Damakesmas

0
153
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mendampingi Wamenkes RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus kala meninjau Pustu Dauh Puri/Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat, Jumat (28/8)
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mendampingi Wamenkes RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus kala meninjau Pustu Dauh Puri/Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat, Jumat (28/8). Sumber foto : Humas Denpasar/updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR mengapresiasi kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Dauh Puri, Kota Denpasar.

Apresiasi tersebut disampaikan setelah dirinya meninjau langsung fasilitas dan layanan kesehatan di Pustu yang berada di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat, Jumat, 28 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes RI didampingi Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara. Turut hadir Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan dan Kerja Sama Kemendagri Dr. Elvin Elyas, S.Sos., M.Si beserta jajaran.

Sejumlah pejabat Pemkot Denpasar turut mendampingi kunjungan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. A.A. Ayu Agung Candrawati, M.Kes., Camat Denpasar Barat I Putu Eka Pertama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi, perwakilan OPD terkait, Kepala Puskesmas II Denpasar Barat dr. Ni Komang Suarjati dan Kepala Pustu Dauh Puri Made Ardani.

Saat berada di Pustu Dauh Puri, Wamenkes meninjau sejumlah fasilitas pelayanan yang tersedia. Di antaranya Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut, Ruang Kesehatan Ibu dan KB, Kelas Ibu Hamil, Ruang Kesehatan Anak dan Imunisasi, serta Ruang Damakesmas.

Setelah melihat langsung fasilitas dan pola pelayanan yang diberikan, Benjamin menilai Pustu Dauh Puri memiliki layanan yang cukup lengkap untuk ukuran sebuah Pustu dan telah menerapkan standar pelayanan yang baik.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar dan Universitas Warmadewa Bahas Penguatan SDM Lewat Kerjasama Pendidikan

“Lewat perbincangan saya dengan Bapak Wali Kota, saya mengetahui bahwa angka stunting di Bali merupakan salah satu yang terendah di Indonesia, yakni sekitar 8,2 persen, sementara angka nasional masih berada di 19,8 persen. Karena itu, saya datang ke sini untuk melihat dan mempelajari secara langsung bagaimana di Bali bisa mencapai angka tersebut, serta strategi apa yang telah dilakukan sehingga nantinya dapat dibagikan dan diterapkan di daerah lain,” ungkapnya.

Menurut Benjamin, capaian tersebut menunjukkan bahwa program serta intervensi yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat memberikan hasil positif dalam upaya menekan angka stunting.

Selain capaian stunting, perhatian Wamenkes juga tertuju pada inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Damakesmas. Layanan tersebut telah berjalan lebih dari tujuh tahun dan diperkuat dengan Call Center 112 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.

“Hal lain yang menurut saya sangat menakjubkan adalah Kota Denpasar memiliki sebuah terobosan yang sudah berjalan selama lebih dari tujuh tahun, yaitu Damakesmas. Terlebih lagi, layanan ini didukung dengan Call Center 112 yang beroperasi selama 24 jam,” katanya.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Pimpin Apel Siaga Angkutan Lebaran, Antisipasi Lonjakan Mudik di Denpasar

Benjamin menilai inovasi tersebut memiliki nilai strategis karena dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, pengalaman Denpasar dapat menjadi salah satu rujukan bagi daerah lain dalam mengembangkan pelayanan kesehatan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Untuk itu, ia berharap berbagai praktik baik yang telah berjalan di Denpasar dapat terus dipertahankan, dikembangkan dan dibagikan kepada pemerintah daerah lainnya. Menurutnya, inovasi pelayanan publik yang berhasil di satu daerah dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan kualitas layanan di wilayah lain.

“Saya kira, apa yang kita lihat di Denpasar hari ini menjadi contoh bahwa ketika pemerintah memiliki komitmen, inovasi, dan kolaborasi yang kuat bersama masyarakat, maka capaian yang luar biasa dapat diwujudkan. Semoga praktik-praktik baik dari Denpasar ini bisa direplikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan kunjungan Wamenkes menjadi momentum bagi Pemkot Denpasar untuk berbagi pengalaman mengenai inovasi dan penguatan layanan kesehatan yang selama ini dikembangkan.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Menteri Kesehatan ke Pustu Dauh Puri. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk melalui penguatan pelayanan kesehatan tingkat pertama,” ucap Jaya Negara.

Baca Juga:  Bupati Sedana Arta Terima Penghargaan dari Pemerintah RI Atas Opini WTP LKPD Tahun 2021 Pemkab Bangli

Ia menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau dan dekat dengan masyarakat.

Karena itu, penguatan fungsi Pustu menjadi salah satu perhatian pemerintah kota, tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya promotif, preventif dan deteksi dini terhadap berbagai persoalan kesehatan.

“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan masukan. Apa yang sudah baik di Denpasar tentu akan terus kami tingkatkan, dan sebaliknya kami juga terbuka untuk menerima arahan serta kebijakan dari pemerintah pusat agar pelayanan kesehatan di Kota Denpasar semakin baik,” ungkap Jaya Negara.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Penguatan layanan tingkat pertama, inovasi kegawatdaruratan, serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan warga.(per/updatebali)