UPDATEBALI.com, BADUNG – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, melakukan pemantauan langsung banjir di beberapa titik Kabupaten Badung, Selasa 24 Februari 2026, termasuk lokasi terdampak terparah di Jalan Dewi Sri, Kecamatan Kuta.
Pemantauan ini dilakukan atas arahan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, sebagai bagian dari respons cepat pemerintah daerah terhadap bencana tahunan tersebut.
Dalam inspeksi lapangan, Wabup Bagus Alit Sucipta menggunakan perahu karet untuk meninjau area yang tergenang. Pemantauan turut didampingi Camat Kuta, D. Ngurah Bhayudewa, Lurah Legian, Putu Eka Martini, Sekretaris Camat Kuta, I Made Agus Suantara, dan Kepala UPTD Badung Lifeguard Kuta, I Wayan Somer.
Menurut Wabup, Jalan Dewi Sri dan sekitarnya merupakan wilayah rendah yang rawan banjir. Kondisi ini diperparah dengan tingginya debit air di Tukad Mati, yang seharusnya menjadi alur pembuangan utama.
“Saat ini kendalanya adalah lokasi yang rendah, ditambah Tukad Mati juga penuh. Satu-satunya cara adalah menunggu surutnya air di Tukad Mati agar genangan bisa ditarik,” jelas Wabup Bagus Alit Sucipta.
Pemerintah Kabupaten Badung disebutnya terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah banjir berulang. Langkah strategis termasuk normalisasi alur Tukad Mati dan pembangunan drainase baru. Beberapa box culvert akan segera dipasang di Dewi Sri IV, Pandawa, dan Campuhan untuk mempermudah aliran air ke Tukad Mati.
“Kami percepat pembangunan drainase ini agar ketika debit air tinggi, genangan cepat surut. Langkah ini diharapkan meminimalisir risiko banjir di masa mendatang,” tegasnya.
Selain itu, Wabup menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam evakuasi warga dan wisatawan yang terdampak. Proses penanganan banjir melibatkan Basarnas, Tagana, Badung Lifeguard, Kecamatan, Kelurahan, dan relawan, yang bekerja sama secara gotong-royong.
Untuk meningkatkan kesiapan, pemerintah daerah merencanakan pengadaan mesin perahu karet agar mobilitas tim evakuasi lebih cepat, mengingat saat ini pergerakan perahu masih mengandalkan tenaga manual.
Hingga saat ini, Jalan Dewi Sri masih menjadi lokasi dengan genangan tertinggi, bahkan mencapai dada orang dewasa. Setelah meninjau Jalan Dewi Sri, Wabup Bagus Alit Sucipta melanjutkan pemantauan ke wilayah Seminyak, termasuk Jalan Kunti dan sekitarnya, guna memastikan seluruh titik terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang memadai.(den/ub)





