Wabup Badung Hadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Carangsari, Salurkan Dukungan Hibah Rp700 Juta

0
320
Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Rabu (10/6).
Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Rabu (10/6). Sumber foto : Humas Badung

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu, 10 Juni 2026.

Upacara sakral tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba dari Griya Gede Carangsari.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung turut memberikan dukungan melalui penyerahan bantuan dana hibah secara simbolis sebesar Rp700 juta. Bantuan ini diperuntukkan bagi proses Ngodakin Tapakan di pura setempat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara dan I Nyoman Artawa, Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana, Camat Petang A.A. Ngurah Darma Putra, unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Carangsari I Made Sudana, Perbekel Desa Petang Dewa Gede Usadi, serta tokoh adat dan penglingsir Puri Agung Carangsari.

Baca Juga:  Wabup Badung Pelajari Inovasi Stem Cell di RSCM untuk Tingkatkan Kesehatan di Badung

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada krama Desa Adat Carangsari atas semangat gotong-royong dalam pelaksanaan upacara tersebut. Menurutnya, proses ngodakan Pelawatan Ida Betara Barong menjadi simbol persatuan dan ketulusan bhakti masyarakat.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak lain adalah untuk meringankan beban krama. Kami berharap kebersamaan dan semangat gotong-royong ini terus dijaga demi kelancaran upacara,” ujar Bagus Alit Sucipta.

Baca Juga:  Bupati Tamba Dorong Kreativitas Siswa dengan Meluncurkan Aplikasi PIJAR

Sementara itu, Manggala Karya I Gusti Ngurah Mudra menjelaskan bahwa Pura Dalem Bebalang saat ini berstatus sebagai Pura Kahyangan Tiga yang diempon oleh tiga banjar, yakni Banjar Pemijian, Banjar Bedauh, dan Banjar Mekarsari, dengan total 96 pengempon pokok serta 326 pengempon kaplekan.

Ia menambahkan, keputusan melakukan upacara ngodakan merupakan hasil musyawarah warga pada 17 Desember 2025. Proses perbaikan melibatkan undagi serta sangging dari wilayah Puaya dan Taro, Tegalalang, Gianyar.

Baca Juga:  Kemenkumham Tegaskan Tidak Ada Kampung Khusus WNA di Bali

Total biaya pelaksanaan upacara dan perbaikan tersebut mencapai lebih dari Rp2 miliar. Sumber pendanaan berasal dari hibah Pemkab Badung sebesar Rp700 juta, Pemerintah Desa Carangsari Rp150 juta, CSR BPD Bali Rp50 juta, urunan pemaksan pura Rp437 juta, serta dana punia sukarela krama sebesar Rp415 juta.

Pihak panitia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Badung, mengingat pada tahun 2024 lalu Pura Dalem Bebalang juga telah menerima bantuan sebesar Rp4,8 miliar untuk pembangunan fisik kawasan pura.(den/ub)