Trotoar Lapangan Dauh Waru Ditata, PKL Direlokasi ke Kawasan Beten Ancak

0
168
Area pejalan kaki yang sebelumnya dipenuhi lapak PKL telah kembali tertib dan bersih setelah pemerintah daerah merelokasi para pedagang
Area pejalan kaki yang sebelumnya dipenuhi lapak PKL telah kembali tertib dan bersih setelah pemerintah daerah merelokasi para pedagang. Sumber foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI,com, JEMBRANA – Penataan kawasan trotoar di sekitar Lapangan Dauh Waru kini menunjukkan hasil. Area pejalan kaki yang sebelumnya dipenuhi lapak pedagang kaki lima (PKL) telah kembali tertib dan bersih setelah pemerintah daerah merelokasi para pedagang ke lokasi baru bertajuk “Beten Ancak”.

Para pedagang yang sebelumnya berjualan di trotoar dan bahu jalan kini menempati kawasan relokasi di seberang lapangan. Area tersebut disiapkan melalui skema pinjam pakai lahan milik Kementerian Keuangan bersama Pemerintah Provinsi Bali, sehingga mampu menyediakan ruang usaha yang lebih tertata.

Baca Juga:  Provinsi Bali Raih Penghargaan Statistik Sektoral 2024 dengan Predikat ‘Baik’

Kawasan Beten Ancak dirancang menampung hingga 56 pedagang, dan saat ini sebanyak 46 PKL telah menempati lokasi baru tersebut. Pemerintah daerah memastikan posisi kawasan tetap strategis agar aktivitas ekonomi para pedagang tidak terganggu.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, menegaskan bahwa relokasi dilakukan untuk menyeimbangkan kepentingan ketertiban kota dan keberlangsungan usaha masyarakat.

Baca Juga:  Ratusan Peserta Berlomba dalam Utsawa Dharma Gita di Jembrana

“Penataan ini bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih nyaman tanpa menghilangkan sumber penghasilan pedagang,” ujarnya.

Dengan penataan tersebut, trotoar di sekitar lapangan kini dapat kembali dimanfaatkan pejalan kaki, sementara masyarakat tetap dapat menikmati berbagai pilihan kuliner di kawasan Beten Ancak yang lokasinya berdekatan dengan pusat aktivitas warga.

“Kami berharap langkah ini menjadikan Lapangan Dauh Waru sebagai ruang publik yang lebih rapi, aman, dan tetap hidup secara ekonomi,” ungkapnya.(yud/ub)