Tes Psikologi Gratis Jangkau 3.824 Siswa, Bupati Kembang Minta Hasil Asesmen Ditindaklanjuti

0
120
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna meninjau langsung pelaksanaan tes psikologi di SMP Negeri 2 Negara, Sabtu 30 Mei 2026.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna meninjau langsung pelaksanaan tes psikologi di SMP Negeri 2 Negara, Sabtu 30 Mei 2026. Sumber foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali melanjutkan program tes psikologi gratis bagi siswa SMP sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul sejak usia sekolah.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan, program yang menyasar siswa kelas VIII ini diikuti 3.824 pelajar dari seluruh SMP di Kabupaten Jembrana.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna meninjau langsung pelaksanaan tes psikologi di SMP Negeri 2 Negara, Sabtu 30 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya pemanfaatan hasil asesmen sebagai dasar pendampingan siswa dalam menentukan arah pendidikan sesuai potensi masing-masing.

Menurutnya, hasil tes tidak boleh berhenti sebagai data administrasi semata, melainkan harus menjadi bahan koordinasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), serta orang tua siswa.

Baca Juga:  Tahun Ini Drenaise Sudah Di Anggarakan untuk Atasi Banjir Pengambengan

“Jadi hasil tes psikologi ini bukan sekadar angka atau formalitas belaka. Dari hasil tes ini, kita bisa mendapatkan potret minat dan bakat anak-anak. Jadi penting bagi dinas, sekolah untuk berkordinasi dengan orang tua siswa, sehingga mereka ada tuntunan dalam mendidik anak-anak sesuai minat dan bakatnya,” ungkap Bupati Kembang Hartawan didampingi Wabup Patriana Krisna saat meninjau langsung pelaksanaan tes psikologi di SMP Negeri 2 Negara, Sabtu 30 Mei 2026.

Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memetakan potensi generasi muda sejak dini. Dengan mengetahui kecenderungan minat dan kemampuan siswa, proses pengambilan keputusan terkait pendidikan lanjutan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Bupati Kembang mengatakan setiap anak memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda sehingga perlu mendapatkan pendampingan yang sesuai.

Baca Juga:  Bupati Bangli Resmikan Pasar Singamandawa Tahap ll

“Setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Melalui tes psikologi ini, kita ingin membantu mereka menemukan bidang yang paling sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga tidak salah langkah saat menentukan jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.

Ia berharap program ini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dalam mempersiapkan masa depan, baik di bidang pendidikan maupun dunia kerja.

“Dengan mengenali potensi diri lebih awal, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang di bidang yang mereka sukai dan kuasai. Itulah tujuan utama yang ingin dicapai,” harap Bupati Kembang.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Psikologi yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, Ni Made Swasti Wulanyani, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini berjalan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Berbagai evaluasi yang dilakukan pada pelaksanaan perdana telah menjadi dasar penyempurnaan metode asesmen.

Baca Juga:  Sinergitas KRJ dan Polres Jembrana Cek Kesehatan Belasan Para Pemilah Sampah Mandiri di TPA Peh

Salah satu perubahan yang diterapkan adalah penggunaan telepon genggam sebagai media pelaksanaan tes. Langkah tersebut diambil untuk mengatasi kendala teknis yang sebelumnya berkaitan dengan jaringan internet dan keterbatasan perangkat komputer di sekolah.

“Dari sisi soal sendiri, tentu kita sudah sesuaikan dengan kempuan anak-anak, sehingga nantinya hasil assessment yang kita laksanakan ini mampu memberikan report dalam menentukan minta dan bakat dari anak-anak,” pungkasnya.

Program yang dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan Fakultas Kedokteran Program Studi Psikologi Universitas Udayana itu berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2026. Melalui asesmen tersebut, pemerintah berharap siswa memperoleh gambaran lebih jelas mengenai potensi diri sehingga dapat menentukan pilihan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.(yud/ub)