UPDATEBALI.com, KLUNGKUNG – Seorang pria menjadi korban penganiayaan yang misterius di Dusun Ceningan Kawan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Kejadian ini mengakibatkan korban mengalami luka-luka serius, dan akhirnya, ia melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib di Polsek Nusa Penida.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari saksi mata, peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu, 22 Oktober lalu, sekitar pukul bermula ketika I Gede Riantara Yasa, seorang saksi mata, mendengar perdebatan sengit antara pelaku, Robetrus Wora Kaka (26 tahun), yang beralamat di Desa Kadaghu Tana, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan istrinya. Pertengkaran tersebut terdengar sangat keras dan berujung pada pemukulan terhadap sang istri.
Saksi yang memiliki hubungan keluarga dengan istri pelaku mencoba untuk melerai perkelahian tersebut dan memasuki kamar pelaku. Namun, pelaku justru tidak menerima campur tangan tersebut dan mengambil sebatang linggis sebagai senjata.
Dalam keadaan marah, pelaku melempar linggis tersebut ke arah saksi, namun sayangnya, linggis tersebut tidak mengenai saksi, melainkan mengenai I Nyoman Arta (53 tahun), yang tak lain adalah mertua pelaku. Akibatnya, korban mengalami luka serius pada pelipis kanan, pipi kanan, dan bibirnya.
Mendapati kondisi mertuanya terluka, keluarga korban segera melapor ke Polsek Nusa Penida pada hari Senin, 23 Oktober, sekitar pukul 11.30 WITA, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Nusa, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta, mengonfirmasi peristiwa tersebut pada hari Selasa, 24 Oktober 2023. Berdasarkan keterangan dari saksi dan korban, diketahui bahwa korban adalah mertua dari pelaku. Korban adalah suami dari anak pelaku, meskipun keduanya tidak memiliki surat perkawinan yang sah.
“Korban mengalami luka akibat terkena linggis yang dilemparkan oleh pelaku. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini, dan pelaku telah diamankan,” ungkap Kapolsek.
Kasus ini masih terus ditelusuri oleh pihak berwajib, sementara korban mertua berjuang untuk pulih dari luka-lukanya akibat peristiwa yang tragis ini. (tra/ub)





