Tak Diajak Mendaki Gunung, Remaja di Banyuatis Aniaya Sepupu

0
283
Ilustrasi (istockphoto)
Ilustrasi (istockphoto)

UPDATEBALI.com, BULELENG – Seorang remaja berinisial KAW (15) nekat menganiaya sepupunya sendiri lantaran merasa tersinggung karena tidak diajak mendaki gunung. Insiden ini terjadi di Jalan Raya Umum Banyuatis–Wanagiri, tepatnya di depan Setra Desa Adat Munduk, Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, S.I.K., M.Si., M.T., M.Sc. saat dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 Wita.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Pimpin Koordinasi Penanganan Banjir, Data Korban Segera Divalidasi

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula dari kesalahpahaman antara korban berinisial KMPU (18) dan terduga pelaku KAW terkait kegiatan pendakian gunung.

“Dugaan penganiayaan ini dipicu kesalahpahaman pribadi. Terduga pelaku merasa tersinggung karena tidak diajak mendaki gunung, lalu menantang korban untuk bertemu dan berkelahi melalui pesan WhatsApp,” Jelas dia, Senin 30 Maret 2026.

Korban yang menerima tantangan tersebut kemudian datang lebih dahulu ke lokasi yang telah disepakati, yakni di depan Setra Desa Adat Munduk. Beberapa menit kemudian, terduga pelaku datang bersama seorang pria lain yang tidak dikenal korban.

Baca Juga:  Mantan Anggota Dewan Ditahan Gegara Terlibat Kasus Penipuan

Kemudian, tanpa aba-aba terduga pelaku disebut langsung turun dari sepeda motor dan melakukan pemukulan serta tendangan secara berulang-ulang ke arah korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka pada bagian wajah dan langsung dibawa oleh orang tuanya untuk mendapatkan penanganan medis di RSU Santhi Graha.

Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjar pada Jumat, 27 Maret 2026, guna proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga:  Berujung Damai, Tersangka Kasus Penganiayaan Dibebaskan Melalui RJ

“Kasus saat ini sedang ditangani oleh Polsek Banjar Polres Buleleng untuk pendalaman dan proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar IPTU Yohana.

Kasus ini menjadi perhatian karena dipicu persoalan sepele yang berkembang di ruang digital lalu berujung kekerasan fisik, terlebih melibatkan hubungan kekeluargaan.

Atas kejadian tersebut pihak Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi melalui kekerasan, serta lebih bijak dalam menggunakan media komunikasi digital untuk menghindari konflik yang berujung tindak pidana.(Dna/ub)