spot_img
spot_img
BerandaBaliStok Pangan Aman, TPID Denpasar Optimalkan Pengendalian Inflasi Menjelang Nyepi dan Idul...

Stok Pangan Aman, TPID Denpasar Optimalkan Pengendalian Inflasi Menjelang Nyepi dan Idul Fitri

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri.

Upaya tersebut dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar yang digelar di Kantor Wali Kota Denpasar pada Selasa, 10 Maret 2026.

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Kepala BPS Kota Denpasar I Made Juli Ardana, Manajer Supply Chain Perum Bulog Denpasar Eko Yudi Miranto, serta perangkat daerah yang tergabung dalam TPID Kota Denpasar.

Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada TPID Kota Denpasar dan Bank Indonesia Provinsi Bali atas dukungan serta sinergi dalam menjalankan berbagai program pengendalian inflasi di Kota Denpasar.

Baca Juga:  Bank Indonesia terus Dorong Akselerasi UMKM Go Digital

Menurutnya, pengendalian inflasi selama ini dilaksanakan secara konsisten melalui koordinasi lintas instansi serta implementasi berbagai program strategis daerah. Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk tetap mencermati dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga.

“Perkembangan situasi global, khususnya di kawasan Timur Tengah, perlu kita cermati bersama karena dapat memengaruhi harga minyak dunia. Hal ini berpotensi berdampak pada harga bahan bakar, biaya transportasi, hingga kenaikan harga sejumlah komoditas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia Provinsi Bali turut memaparkan perkembangan inflasi di Bali dan Kota Denpasar serta berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk dinamika global yang dapat memicu kenaikan harga energi dan komoditas.

Baca Juga:  Wabup Badung Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selain itu, disampaikan pula proyeksi inflasi serta sejumlah strategi pengendalian yang perlu ditempuh menjelang HBKN. Dalam jangka pendek, langkah yang akan dilakukan antara lain pelaksanaan operasi pasar murah, akselerasi kerja sama antar dan intra daerah, serta optimalisasi komunikasi publik terkait stabilitas harga.

Sementara dalam jangka panjang, strategi difokuskan pada penguatan ketahanan pasokan dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas harga di masyarakat.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi di Kota Denpasar dan Provinsi Bali tetap berada dalam kisaran target nasional sebesar 2,5±1 persen pada tahun 2026.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar memaparkan perkembangan inflasi terkini beserta komoditas yang menjadi penyumbang inflasi maupun deflasi. BPS menyoroti kondisi ketersediaan bahan pangan yang belum sepenuhnya stabil akibat cuaca ekstrem serta potensi peningkatan permintaan menjelang perayaan hari raya.

Baca Juga:  KPK: Usaha Tambang Ilegal Terbanyak di Bali Berasal dari Karangasem

BPS juga menyampaikan agenda pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diharapkan dapat memperkuat basis data statistik ekonomi sebagai dasar perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Di sisi lain, Perum Bulog memastikan ketersediaan cadangan pangan pemerintah di Bali, khususnya beras, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Nyepi, Ramadan, hingga Idul Fitri.

Bulog juga menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan operasi pasar dan gerakan pangan murah bersama TPID guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank Indonesia dan seluruh anggota TPID berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan pengendalian inflasi agar stabilitas harga tetap terjaga serta daya beli masyarakat dapat dipertahankan menjelang momentum hari besar keagamaan.(yan/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments