SMPN 9 Denpasar Jadi Sekolah Implementasi KEJAR Terbaik Nasional

0
115
SMPN 9 Denpasar Jadi Sekolah Implementasi KEJAR Terbaik Nasional
SMPN 9 Denpasar Jadi Sekolah Implementasi KEJAR Terbaik Nasional. sumber foto : istimewa/updatebali

UPDATEBALI.com, JAKARTA – Prestasi membanggakan diraih SMP Negeri 9 Denpasar. Sekolah di Provinsi Bali ini berhasil menjadi Satuan Pendidikan Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Terbaik Nasional untuk subkategori umum.

Penghargaan tersebut diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8).

Dalam penghargaan tersebut, SMPN 9 Denpasar tercatat sebagai pemenang subkategori umum dengan mitra kerja sama Bank BPD Bali.

Program KEJAR menjadi salah satu upaya OJK bersama industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan untuk memperluas kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar.

Kegiatan HIM dan BLK 2026 sendiri mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Kampanye tersebut diarahkan untuk memperkuat budaya menabung sejak dini serta mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045.

Baca Juga:  Polresta Pekanbaru Operasi Prokes di Tempat Berkumpul Masyarakat

Kepala OJK Bali Parjiman memberikan apresiasi atas keberhasilan SMPN 9 Denpasar. Ia menyebut prestasi tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak dalam mendorong budaya menabung dan literasi keuangan sejak usia sekolah.

“Selamat kepada SMP N 9 Denpasar sebagai sekolah implementasi KEJAR terbaik nasional. Ini merupakan prestasi yang diraih melalui sinergi antara OJK Bali, sekolah, Dinas Pendidikan Kota Denpasar, PUJK dalam hal ini BPD Bali dan Bank Mandiri, serta tentunya seluruh guru, siswa dan wali murid di SMPN 9 Denpasar,” ujar Parjiman.

Menurutnya, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Bali untuk menerapkan kebiasaan menabung di bank sejak dini.

“Semoga dapat menginspirasi sekolah-sekolah lainnya di Bali dalam menerapkan kebiasaan baik menabung di bank sejak dini dari usia sekolah. Melalui kebiasaan baik ini kita wujudkan generasi-generasi muda di Bali yang cerdas mengelola keuangan untuk meraih masa depan yang cerah,” lanjutnya.

Baca Juga:  Semangat Tak Lekang Usia, Nenek 83 Tahun Juara Pasanggiri Angklung Satu Hati 2026

Dorongan membangun budaya menabung di kalangan pelajar terus dilakukan secara nasional. Sepanjang September 2025 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka melalui Program KEJAR.

Selain pembukaan rekening, OJK juga mencatat lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di 122 ribu sekolah. Sosialisasi dan edukasi keuangan juga telah menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak dini. Ia menekankan bahwa menabung tidak harus menunggu seseorang memiliki uang dalam jumlah besar.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Luncurkan SIOPD, 82 Persen Usaha di Badung Belum Punya NPWPD

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit,” kata Friderica.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menilai kebiasaan menabung bukan sekadar aktivitas mengelola uang.

Menurut Dicky, kebiasaan tersebut juga membentuk karakter disiplin, kesabaran, kemampuan mengendalikan diri, serta membantu generasi muda terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital.

Keberhasilan SMPN 9 Denpasar meraih penghargaan nasional tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi sekolah, pemerintah, OJK, industri jasa keuangan, guru, siswa dan orang tua dalam membangun budaya literasi serta inklusi keuangan sejak dini. (*/updatebali)