
UPDATEBALI.com, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar kejuaraan tenis meja antar instansi dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-422 Kota Singaraja.
Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Maret 2026 ini tak hanya diikuti peserta dewasa, tetapi juga melibatkan pelajar dari seluruh Bali sebagai bagian dari pembinaan atlet muda.
Sebanyak 24 pasangan ganda umum dewasa ambil bagian dalam kejuaraan ini, mewakili berbagai instansi, lembaga, hingga TNI-Polri di Buleleng. Menariknya, panitia juga mengundang 12 regu ganda campuran pelajar se-Bali untuk ikut bertanding.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan kehadiran kategori pelajar menjadi langkah strategis dalam menjaring sekaligus mengasah potensi atlet sejak usia dini. Menurutnya, kejuaraan ini tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan persiapan menuju Porprov Bali 2027.
“Ini menjadi momentum penting bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi ajang yang lebih besar,” ujarnya usai membuka kejuaraan di GOR Bhuana Patra Singaraja, Selasa, 24 Maret 2026.
Ia juga menilai perkembangan olahraga tenis meja di Buleleng mulai menunjukkan tren positif. Munculnya atlet-atlet potensial dinilai sebagai hasil dari pembinaan dan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pengurus cabang olahraga setempat.
Lebih lanjut, ia berharap para atlet Buleleng dapat memanfaatkan kejuaraan ini secara maksimal sebagai ajang pemanasan sebelum berlaga di Porjar maupun Porprov 2027. Selain itu, Buleleng juga diharapkan mampu meraih prestasi optimal sekaligus menjadi tuan rumah yang baik.
Sementara itu, Ketua Panitia, Made Lestariana, menjelaskan bahwa kejuaraan ini bertujuan mempererat silaturahmi antar insan olahraga di lingkungan Pemkab Buleleng, Perumda, BUMN/BUMD, instansi, serta TNI-Polri.
“Selain itu, keterlibatan pelajar se-Bali menjadi bagian dari implementasi pembinaan atlet, sekaligus sebagai ajang evaluasi kemampuan menuju Porprov Bali 2027,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi pada babak penyisihan, kemudian dilanjutkan dengan sistem gugur. Para peserta bersaing memperebutkan juara I, II, dan III dengan total hadiah mencapai Rp12,5 juta.
Melalui kejuaraan ini, diharapkan semangat sportivitas, sinergi antar instansi, serta pembinaan generasi muda di bidang olahraga semakin kuat, khususnya di Buleleng dan Bali pada umumnya.(adv/ub)


