Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Tampil Memukau di PKB 2026, Angklung Kebyar Legian Curi Perhatian

0
115
Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, berhasil mencuri perhatian penonton dalam Utsawa (Parade) Angklung Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.
Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, berhasil mencuri perhatian penonton dalam Utsawa (Parade) Angklung Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Sumber foto: Humas Kominfo Badung

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, berhasil mencuri perhatian penonton dalam Utsawa (Parade) Angklung Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Tampil sebagai Duta Kabupaten Badung di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Centre Denpasar, penampilan mereka disambut antusias ratusan penonton yang memadati area pertunjukan.

Dipimpin I Made Nova Antara, sanggar ini menghadirkan sajian yang memadukan kekuatan musikal, koreografi, dan simbol-simbol filosofis khas Bali. Penampilan tersebut juga merupakan hasil evaluasi dan pembinaan yang sebelumnya dilakukan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Badung untuk memastikan kesiapan teknis maupun artistik.

Baca Juga:  Gong Kebyar Anak-Anak Jembrana Memukau di PKB 2024 dengan Metajoga

Nova Antara mengungkapkan bahwa garapan tahun ini disusun menyesuaikan tema besar PKB XLVIII. Rangkaian karya yang dibawakan menampilkan empat materi utama dengan konsep yang saling terhubung secara naratif.

“Tahun ini kami menampilkan 4 materi. Yang pertama adalah Tari Wiranata yang menggambarkan heroik tentang kepahlawanan. Yang kedua, Tabuh Keklentangan yang bertemakan Manuk Dewata yang merupakan sarana pengabenan. Yang ketiga, kami menampilkan tari kreasi dengan judul Luwih Linggih, yaitu sebuah perjalanan atma yang notabene diberikan tempat yang baik dan istimewa,” ujar Nova Antara.

Pementasan kemudian ditutup dengan tabuh kreasi Ugal-Agil yang menggambarkan perjalanan atma melewati simbol Titi Ugal Agil sebagai fase penuh ujian dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Baca Juga:  Tampil Spektakuler, Bupati Tabanan Saksikan Langsung Pementasan Gong Kebyar Duta Tabanan di PKB XLV 2023

“Tema ini sesuai dengan tema PKB yakni Atma Kertih, yaitu memuliakan sang atma. Jadi semuanya tercermin dari setiap garapan yang kami bawakan hari ini,” imbuhnya.

Proses persiapan dilakukan selama kurang lebih empat bulan dengan melibatkan 44 seniman muda yang seluruhnya berasal dari krama Desa Adat Legian. Intensitas latihan tersebut menghasilkan penampilan yang matang, baik dari sisi musikal maupun visual.

Sajian yang ditampilkan menonjolkan elemen dramatik dengan penggambaran prosesi sakral, simbolisasi perjalanan roh, hingga visual artistik yang memperkuat narasi pertunjukan. Unsur teatrikal yang dihadirkan membuat penonton larut dalam setiap bagian pementasan.

Baca Juga:  Lebih Dekat dengan AZKO, Home Life Improvement yang Modern, Nyaman, dan Ramah Lingkungan

Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton, termasuk wisatawan mancanegara yang turut menyaksikan langsung di lokasi. Suasana tepuk tangan panjang menutup pertunjukan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas garapan yang ditampilkan.

Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dinilai berhasil menunjukkan konsistensi regenerasi seniman muda di kawasan Legian yang tetap mampu menjaga kekuatan tradisi sekaligus menghadirkan inovasi dalam panggung seni pertunjukan Bali di PKB 2026.(adv/ub)