Putri Koster: Baturiti Jadi Contoh, 48 Desa Adat Terapkan Teba Modern untuk Atasi Sampah

0
91
Baturiti Jadi Contoh, 48 Desa Adat Terapkan Teba Modern untuk Atasi Sampah
Baturiti Jadi Contoh, 48 Desa Adat Terapkan Teba Modern untuk Atasi Sampah. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Kecamatan Baturiti menorehkan capaian penting dalam mendukung gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS).

Dari total 54 desa adat yang ada, 48 desa telah mengadopsi teba modern, sedangkan sisanya masih menjalankan pola tradisional.

Camat Baturiti, Sayu Made Parwati, menyampaikan bahwa selain desa adat, seluruh 12 desa dinas di wilayahnya juga sudah bergerak dengan menempatkan percontohan teba modern di kantor desa masing-masing.

“Ini menjadi bukti keseriusan kami untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang konsisten, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya saat kegiatan sosialisasi percepatan pengurangan sampah plastik sekali pakai (PSP-PSBS) bersama Duta PSBS Bali, Putri Koster, Jumat 3 Oktober 2025.

Baca Juga:  Bupati Badung Tegaskan Strategi Zero Waste dengan Pembangunan Teba Modern dan Satgas Desa-Kelurahan

Menurut Putri Koster, pengendalian sampah harus dimulai dari hulu, yaitu rumah tangga, sekolah, pasar, hingga tempat usaha. Kepala desa disebut berperan penting dalam memastikan warganya disiplin memilah dan mengelola sampah dengan benar.

Dukungan serupa datang dari Kecamatan Marga. Camat Marga, I Gede Nengah Sugiarta, menegaskan bahwa program PSBS bukan hanya soal kebersihan lingkungan, melainkan juga menyangkut keberlangsungan generasi mendatang.

Baca Juga:  Perbekel Desa Kukuh Berharap Semakin Banyak Kolaborasi Yang Bisa Dijalin dengan Unud

“Sampah harus dipandang sebagai sumber daya, bukan sekadar limbah. Dengan memilah, mengolah, hingga memberi nilai tambah, kita bisa menjaga bumi sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi,” tegasnya.

Sinergi lintas pihak pun kembali digelorakan. Sekretaris TP PKK Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, mengajak seluruh jajaran camat, desa, dan kader PKK aktif berperan. Ia menyoroti bahwa masalah sampah sudah terbukti berimbas langsung pada kehidupan masyarakat, salah satunya memicu banjir meski hujan turun hanya sebentar.

Baca Juga:  'Jembrana Kedas' Masuk Nominasi TOP 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional

Sementara itu, Koordinator Percepatan PSP-PSBS, Luh Riniti Rahayu, menekankan program ini sebagai agenda “super prioritas” karena persoalan sampah di Bali sudah masuk kategori darurat.

Sebagai bentuk apresiasi, Putri Koster memberikan hadiah uang tunai Rp2 juta kepada peserta yang dinilai paling aktif. Harapannya, gerakan ini mampu memperkuat kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab kolektif demi masa depan Bali yang sehat dan lestari.(yud/ub)