spot_img
spot_img
BerandaBisnis & EkonomiProduksi Cabai Rawit Kabupaten Belitung Capai 154 ton

Produksi Cabai Rawit Kabupaten Belitung Capai 154 ton

UPDATEBALI.com, Sungailiat, Bangka  – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat produksi cabai rawit di daerah itu hingga akhir Desember 2021 sebanyak 154 ton dari luas panen mencapai 120 hektare.

“Produksi cabai rawit hasil panen petani diatas area tanam seluas 120 hektare tercatat sebanyak 154 ton,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Belitung, Tenny Meireni di Tanjung Pandan, Rabu (29/12).

Baca Juga:  Gunung Merapi mengalami 144 kali gempa guguran

Menurut dia, selain itu, pihaknya juga mencatat produksi cabai merah besar di daerah itu mencapai 7,5 ton luas panen dua hektare dan produksi cabai besar keriting sebanyak 134 ton luas panen 79 hektare.

Dikatakan dia, jumlah produksi tersebut memang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan masih bergantung dengan pasokan dari luar daerah.

“Daerah kita memang masih memiliki ketergantungan dengan produksi cabai nasional,” ujarnya.

Baca Juga:  InJourney Hospitality dan Iwan Tirta Private Collection Berkolaborasi Angkat Batik ke Kancah Internasional

Ia menambahkan, kondisi tersebut cukup memberi pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi harga cabai di tingkat pasaran.

“Maka ketika produksi banyak maka harga turun namun jika produksi menurun maka harga mengalami kenaikan,” katanya.

Meskipun demikian, animo daerah itu untuk membudidayakan tanaman cabai cukup tinggi mengingat peluang dan nilai ekonominya yang besar.

Memang masih ditemukan sejumlah kendala yang dihadapi para petani sehingga mengakibatkan tanaman cabainya gagal panen seperti faktor cuaca kemudian serangan hama penyakit.

Baca Juga:  Rayakan Hari Pajak, DJP Resmi Gunakan NIK Sebagai NPWP

“Maka ke depannya kami tetap melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap petani agar produksi tetap maksimal,” katanya.

Ia menargetkan, produksi cabai rawit lokal di daerah itu dapat mencapai 200 kilogram guna memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

“Walaupun belum sepenuhnya namun bisa untuk memenuhi kebutuhan lokal sekian persen,” ujar dia. (ub/ant)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments