spot_img
spot_img
BerandaBaliPPTI Denpasar Luncurkan Aplikasi 'SENTER' untuk Tingkatkan Kepatuhan Pengobatan TB

PPTI Denpasar Luncurkan Aplikasi ‘SENTER’ untuk Tingkatkan Kepatuhan Pengobatan TB

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Ketua PPTI Cabang Kota Denpasar, dr. I Made Sudhana Satrigraha, mengungkapkan kekhawatirannya terkait masih banyaknya penderita tuberkulosis (TB) yang tidak meminum obat sesuai aturan.

Hal ini seringkali menyebabkan kegagalan pengobatan atau bahkan resistensi obat, yang membuat penyakit menjadi lebih sulit disembuhkan. Pernyataan ini disampaikan saat peluncuran aplikasi “SENTER” (Sehat Tanpa Tuberculosis) yang bekerjasama dengan Universitas Bali Internasional (UNBI) di Denpasar, pada Jumat, 31 Mei 2024.

Dr. I Made Sudhana menyatakan, aplikasi “SENTER” yang dikembangkan oleh UNBI diharapkan dapat membantu penderita TB untuk tidak lagi telat atau lupa meminum obat. Aplikasi ini dilengkapi dengan pengingat berbentuk gamelan, sehingga keluarga yang mengawasi pengobatan dapat lebih mudah memantau jadwal minum obat pasien.

Baca Juga:  Putri Koster Saksikan Penayangan Perdana Film "TATU"

“Intinya, aplikasi ini dibuat untuk mempermudah para penderita agar selalu ingat untuk minum obat,” ujarnya.

Ketua Harian PPTI Cabang Denpasar, IGN Wibawa, menambahkan bahwa kasus TB di Kota Denpasar meningkat dari 1.416 kasus pada tahun 2022 menjadi 1.858 kasus pada tahun 2023. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri.

“Kami memantau bahwa selain penderita TB, keluarga yang tidak terkena TB juga ikut memeriksakan diri, sehingga deteksi dini dapat dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga:  Wabup Tjok Surya Dorong Pelestarian Budaya Klungkung Lewat Seminar WBTB 2026

Namun, Wibawa mengakui bahwa tidak semua penderita TB mematuhi jadwal minum obat yang ditentukan oleh tim kesehatan, bahkan beberapa berhenti total setelah minum obat hanya beberapa hari. Hal ini berdampak buruk karena dapat menyebabkan resistensi obat dan virus TB tetap dapat menular ke orang lain.

“Dengan adanya aplikasi dari UNBI, kami dapat lebih mudah memantau pengobatan para pasien,” tambahnya.

Ketua Tim Aplikasi UNBI, I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi, menjelaskan bahwa pembuatan aplikasi ini didorong oleh kebutuhan akan solusi digital di era modern. Proses pengobatan TB yang berlangsung cukup lama, yaitu sekitar enam bulan, menjadi latar belakang pembuatan aplikasi “SENTER”.

Baca Juga:  Kristal di Urine belum Tentu Pertanda Batu Ginjal, Cek Penjelasannya

Aplikasi ini bertujuan untuk membantu Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Dinas Kesehatan dan PPTI Cabang Kota Denpasar, dalam memantau pengobatan para penderita TB.

Aplikasi yang dapat diunduh melalui Android ini berfungsi sebagai pengingat bagi pasien untuk minum obat tepat waktu dan juga menyimpan informasi serta riwayat pasien. Hal ini mempermudah petugas PPTI dalam mengawasi pengobatan penderita TB.

“Aplikasi ini merupakan upaya kami untuk membantu penderita TB dalam menjalani pengobatan tepat waktu. Kami berharap dapat membantu mereka dalam proses penyembuhan,” ujar I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi. (per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments