PMDPPKB Buleleng Ajak Ayah Lebih Dekat dengan Anak Lewat Program Sangkepan Bape Cager

0
257
Kepala Dinas PMDPPKB Buleleng, Made Supartawan, mendorong para ayah untuk lebih hadir dalam kehidupan anak melalui komunikasi yang hangat dan pola asuh interaktif di tengah kesibukan serta era digital.
Kepala Dinas PMDPPKB Buleleng, Made Supartawan, mendorong para ayah untuk lebih hadir dalam kehidupan anak melalui komunikasi yang hangat dan pola asuh interaktif di tengah kesibukan serta era digital. Sumber foto : Kominfosanti Buleleng/updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Guna memotivasi para ayah di Buleleng dalam meningkatkan hubungan yang baik dengan anak melalui pola asuh yang interaktif dan hangat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Buleleng menggelar Sosialisasi Sangkepan Bape Cager kepada seluruh perangkat desa melalui Zoom Meeting di Ruang Rapat PMDPPKB, Jumat, 18 September 2026.

Kepala Dinas PMDPPKB Buleleng, Made Supartawan, menyampaikan bahwa Sosialisasi Sangkepan Bape Cager merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong peran orang tua dalam membangun komunikasi yang baik dengan anak melalui pola asuh yang interaktif dan hangat.

Baca Juga:  Bupati Tamba Serahkan Bantuan KUBE dan Kelompok Lansia

Menurutnya, kesibukan orang tua dalam bekerja yang terkadang diikuti rasa lelah saat tiba di rumah dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya waktu bersama keluarga.

Karena itu, sosialisasi dinilai penting dilakukan dengan menghadirkan narasumber yang profesional di bidangnya.

“Kami dalam sosialisasi ini mengundang narasumber dari praktisi psikolog dan edukator keluarga, yaitu Ibu Tasya Yumika yang merupakan pimpinan sekolah PKBM Kesetaraan Insan Mulia Utama. Sosialisasi ini penting untuk meningkatkan peran ayah yang mampu hadir di era digital dan mampu juga menyeimbangkan waktu antara bekerja dan bersama keluarga,” ujarnya.

Baca Juga:  Pelantikan Ketua Dekranasda, Putri Koster Siap Wujudkan UMKM Maju dan Inovatif

Supartawan juga meminta seluruh peserta sosialisasi aktif berdiskusi mengenai pola asuh anak serta menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di desa masing-masing.

Dengan demikian, anak-anak yang lebih banyak memilih bermain dengan gadget diharapkan dapat kembali berinteraksi bersama ayah dan ibunya, baik di rumah maupun di luar rumah.(adv/updatebali)