Pj Ketua TP PKK Bali Turun Langsung Ajarkan Cara Menggosok Gigi yang Benar di Gianyar

0
510
Pj Ketua TP PKK Bali Turun Langsung Ajarkan Cara Menggosok Gigi yang Benar di Gianyar. Sumber Foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, GIANYAR – Dalam rangka mendukung program “Bali Bebas Karies 2029“, Penjabat (Pj.) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya, melaksanakan Gerakan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan Gigi di Desa Temesi, Gianyar.

Kegiatan yang digelar pada Selasa 13 Agustus 224 ini berlangsung di SDN 2 Temesi, SDN 1 Temesi, dan Balai Banjar Temesi, di mana Ny. drg. Ida memberikan edukasi tentang kesehatan gigi kepada siswa-siswi sekolah dasar.

Baca Juga:  AMSI Sukses Gelar Road To IDC di Bali

Di SDN 2 Temesi, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya menyampaikan pentingnya merawat gigi secara rutin. Beliau menanyakan kepada anak-anak mengenai frekuensi menyikat gigi, yang dengan semangat dijawab “dua kali” oleh para siswa. Setelah itu, Ny. drg. Ida memeriksa kondisi gigi anak-anak secara langsung, menemukan beberapa yang mengalami masalah akibat pola makan dan kurangnya perawatan, namun banyak juga yang memiliki gigi sehat.

Di SDN 1 Temesi, kegiatan difokuskan pada pengajaran teknik menyikat gigi yang benar. Menurut Ny. drg. Ida, pendidikan tentang cara menyikat gigi harus dimulai sejak dini karena masih banyak orang dewasa yang belum melakukannya dengan tepat.

Baca Juga:  Pj Ketua TP PKK Bali Imbau Orang Tua di Karangasem Kurangi Makanan Manis Demi Kesehatan Anak

Kegiatan ini berlanjut di Balai Banjar Temesi, di mana sebuah mobil unit gigi disiapkan untuk menangani berbagai masalah gigi pada anak-anak, seperti gigi berlubang dan gigi yang akan tanggal. Ny. drg. Ida Mahendra Jaya tidak ragu turun langsung dalam penanganan ini, menunjukkan komitmen kuat terhadap kesehatan gigi anak-anak di Bali.

Gerakan ini merupakan bagian dari upaya untuk menurunkan prevalensi karies, sejalan dengan target “Indonesia Bebas Karies 2030” yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan. Desa Temesi sendiri telah menunjukkan kemajuan dalam menjaga kesehatan gigi, menjadikannya contoh bagi wilayah lain di Bali.

Baca Juga:  BI: Jumlah Pengguna QRIS di Bali Capai 408.268 Pedagang

“Masalah kesehatan gigi tidak hanya mempengaruhi rongga mulut, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan lainnya, seperti stunting dan gangguan gizi pada anak-anak. Melalui program ini, diharapkan dapat mencegah masalah tersebut sejak dini, meningkatkan kesehatan secara menyeluruh di kalangan anak-anak Bali,” tuturnya. (yud/ub)