UPDATEBALI.com, DENPASAR – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, S. M. Mahendra Jaya, mendampingi Presiden Joko Widodo dalam menyambut pimpinan negara peserta World Water Forum (WWF) ke-10 saat mengunjungi Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, pada Senin 20 Mei 2024 sore. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KTT World Water Forum yang diadakan di Bali.
Tahura Ngurah Rai dikenal sebagai kawasan rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove yang dibangun dengan mengimplementasikan prinsip Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan lingkungan. Kawasan mangrove yang luas di Tahura Ngurah Rai memiliki peran penting dalam menunjang ekosistem, kesejahteraan manusia, serta menjadi solusi menghadapi perubahan iklim dan kepunahan keanekaragaman hayati.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat menghadiri groundbreaking International Mangrove Research Centre (IMRC) pada Minggu 19 Mei 2024, menyatakan bahwa potensi mangrove di Bali sangat luar biasa.
“Vegetasi mangrove yang baik dan jumlah spesies yang beragam menjadikan Bali sebagai pusat studi mangrove, hasil kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA),” ucapnya.
Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya hutan mangrove yang mampu menyerap dan menyimpan karbon 4-5 kali lebih tinggi daripada hutan biasa. Mangrove juga mendukung peningkatan kelangsungan hidup daerah pesisir. Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi mengajak para pemimpin negara peserta KTT WWF untuk berkeliling meninjau proses pembibitan mangrove di Tahura Ngurah Rai. Sebagai simbol regenerasi konservasi lingkungan kepada generasi penerus, dilakukan prosesi penyerahan bibit mangrove kepada anak-anak.
Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan area panel surya yang mendukung kebutuhan listrik di berbagai area Tahura Ngurah Rai serta area hutan mangrove di kawasan tersebut.(yud/ub)





