Perpustakaan Mahima Resmi Dibuka, Wabup Supriatna Dorong Penguatan Literasi Buleleng

0
270
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna meresmikan Perpustakaan Mahima sebagai pusat literasi dan sastra di Buleleng, mendorong generasi muda memanfaatkan fasilitas ini untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan budaya literasi.
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna meresmikan Perpustakaan Mahima sebagai pusat literasi dan sastra di Buleleng, mendorong generasi muda memanfaatkan fasilitas ini untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan budaya literasi. Sumber foto : Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Upaya memperkuat budaya literasi di Kabupaten Buleleng kembali mendapat dorongan dengan diresmikannya Perpustakaan Mahima, Selasa, 31 Maret 2026.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang ditandai dengan pemotongan pita di hadapan pelajar, komunitas, dan pegiat literasi.

Dalam sambutannya, Supriatna menegaskan pentingnya keberadaan komunitas literasi seperti Komunitas Mahima dalam menjaga eksistensi sastra di daerah. Ia bahkan mengingatkan agar seni sastra di Buleleng tidak sampai meredup.

“Kalau tidak ada Mahima, saya khawatir sastra di Buleleng bisa semakin redup. Kehadiran perpustakaan ini sangat strategis untuk masa depan literasi kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Buleleng Tegaskan OPD Harus Bersinergi Percepat Penurunan Stunting

Ia juga menyoroti sejarah panjang Buleleng sebagai salah satu pelopor sastra modern di Bali. Karena itu, generasi muda didorong untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas di bidang literasi.

“Tempat ini bukan hanya untuk membaca, tetapi juga menjadi ruang interaksi, diskusi, dan tumbuh bersama dalam dunia literasi dan budaya,” tambahnya.

Selain itu, Supriatna mengingatkan pentingnya memberikan ruang yang seimbang bagi seluruh cabang seni, termasuk sastra. Menurutnya, selama ini seni pertunjukan seperti gong kebyar lebih dominan, sehingga sastra perlu lebih sering ditampilkan di ruang publik.

Baca Juga:  Festival Beraban Tahun 2024 kembali Digelar dengan Tema Saguna Prawerthi

Ia juga mendorong kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan lembaga budaya seperti Gedong Kirtya untuk memperkuat literasi berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Ketua Yayasan Mahima Singaraja, Kadek Sonia Piscayanti, menyampaikan bahwa Perpustakaan Mahima merupakan hasil perjalanan panjang komunitas sejak 2008.

“Ruang ini mungkin kecil, tetapi memiliki visi besar. Kami ingin menjadikan Singaraja sebagai kota literasi, kota sastra, dan kota pendidikan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wabup Buleleng Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi atas Empat Ranperda

Komunitas Mahima sendiri telah berkembang dengan berbagai aktivitas, mulai dari sastra, teater, film, musikalisasi puisi, hingga jurnalisme warga. Kehadiran perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Buleleng.

Peresmian juga dirangkaikan dengan diskusi singkat yang dipandu Made Adnyana Ole bersama sejumlah pimpinan OPD Pemkab Buleleng, membahas pengembangan perpustakaan ke depan.

Dengan hadirnya Perpustakaan Mahima, semangat literasi di Buleleng diharapkan semakin tumbuh sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai salah satu pusat sastra dan budaya di Bali.(adv/ub)