spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungPermudah Pemetaan hingga Pembinaan, Putri Koster Dorong Penamaan Posyandu Berbasis Banjar

Permudah Pemetaan hingga Pembinaan, Putri Koster Dorong Penamaan Posyandu Berbasis Banjar

UPDATEBALI.com, BADUNG – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengusulkan agar seluruh Posyandu di Bali menggunakan nama sesuai banjar masing-masing.

Gagasan tersebut dinilai dapat memperkuat identitas Posyandu sekaligus memudahkan pemerintah melakukan pemetaan, pendataan, hingga pembinaan secara lebih terintegrasi.

Usulan itu disampaikan saat menghadiri Aksi Sosial Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali bertajuk “Membina dan Berbagi” ke-14 Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Badung, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menyasar kader Posyandu di Desa Adat Tangeb, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, serta Desa Selat, Kecamatan Abiansemal.

Menurut Putri Koster, jumlah Posyandu di Bali yang terus bertambah memerlukan sistem penamaan yang lebih tertata agar setiap Posyandu memiliki identitas yang jelas berdasarkan wilayahnya.

“Untuk ke depan, mengingat jumlah Posyandu di Bali sangat banyak, saya ingin seluruh Posyandu di masing-masing banjar diberi nama sesuai nama banjarnya sendiri, lengkap dengan nama desa atau kelurahan serta kecamatannya. Hal ini akan memudahkan pemetaan dan penataan Posyandu di seluruh Bali,” tegas Ny. Putri Koster.

Ia menjelaskan, penggunaan nama banjar akan memudahkan proses integrasi data Posyandu di seluruh Bali. Dengan sistem tersebut, pemerintah akan lebih mudah memonitor cakupan pelayanan, mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pendampingan, hingga menyusun kebijakan pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Perayaan HUT RSU Dharma Yadnya, Putri Koster Soroti Pentingnya Pelayanan Setara bagi Masyarakat

Selain mendukung pendataan, sistem penamaan berdasarkan wilayah administratif juga diyakini akan memperkuat koordinasi antara Posyandu dengan pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah provinsi. Proses monitoring, evaluasi, maupun penyaluran program diharapkan menjadi lebih efektif dan akurat.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster juga mengingatkan bahwa peran kader Posyandu kini tidak hanya sebatas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kader juga diharapkan aktif menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah melalui penyampaian berbagai persoalan yang ditemukan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, laporan yang berasal dari tingkat banjar akan mempercepat penanganan berbagai persoalan masyarakat karena informasi dapat diterima pemerintah secara lebih cepat dan terarah.

Ia menilai Posyandu memiliki peran strategis sebagai wadah pelayanan sekaligus jembatan komunikasi yang mendukung pembangunan desa berbasis kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang memberikan pembinaan langsung kepada kader Posyandu di Badung.

Baca Juga:  Jelang Lomba Provinsi, Pemkot Denpasar Perkuat Penataan Telajakan Berbasis Posyandu 6 SPM

Menurutnya, keberadaan TP Posyandu Provinsi Bali menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat kelembagaan Posyandu sehingga mampu menjalankan fungsi pelayanan sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menyerap berbagai aspirasi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, memaparkan implementasi Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.

Melalui regulasi tersebut, cakupan layanan Posyandu kini diperluas dari yang sebelumnya berfokus pada kesehatan menjadi enam bidang pelayanan, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), dan sosial.

Pelayanan tersebut diberikan berdasarkan siklus kehidupan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lanjut usia. Karena itu, kader Posyandu diharapkan semakin aktif mendukung pembangunan wilayah melalui pelayanan yang responsif dan berbasis data.

Dalam rangkaian kegiatan, Ny. Putri Koster juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kader Posyandu di Kelurahan Abianbase. Masing-masing kader menerima bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, serta dua kotak susu.

Baca Juga:  NEXUS 2025 Hadir kembali di Bali, Kolaborasi dan Inovasi Bangkitkan Semangat Industri Bangunan

Di Kelurahan Abianbase, bantuan disalurkan kepada 78 kader dari 13 Posyandu dengan total bantuan mencapai 2.340 kilogram beras, 156 krat atau 4.680 butir telur, serta 156 kotak susu.

Sementara di Desa Selat, bantuan diberikan kepada 60 kader dari empat Posyandu. Setiap kader menerima 30 kilogram beras, dua krat atau 60 butir telur, dan dua kotak susu. Total bantuan yang disalurkan mencapai 1.800 kilogram beras, 120 krat atau 3.600 butir telur, serta 120 kotak susu.

Secara keseluruhan, melalui Aksi Sosial “Membina dan Berbagi”, Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali menyalurkan bantuan kepada 138 kader dari 17 Posyandu dengan total 4.140 kilogram beras, 276 krat atau 8.280 butir telur, serta 276 kotak susu.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali dalam memperkuat kapasitas kader, meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat hingga tingkat banjar.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments