spot_img
spot_img
BerandaBaliPentingnya Imunisasi Dewasa untuk Cegah Cacar Api

Pentingnya Imunisasi Dewasa untuk Cegah Cacar Api

UPDATEBALI.comDENPASAR – Cacar Api, atau yang dikenal sebagai Herpes Zoster, adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella Zoster (VZV), virus yang juga menyebabkan cacar air.

Setelah sembuh dari cacar air, virus ini tetap dorman di dalam tubuh dan dapat aktif kembali ketika daya tahan tubuh melemah, terutama pada individu berusia 50 tahun ke atas atau mereka yang memiliki sistem imun yang lemah akibat kondisi seperti HIV, kanker, atau penggunaan obat imunosupresif.

Maka dari itu masyarakat harus memahami apa itu Herpes Zoster

Sosialisasi ini diselenggarakan pada Sabtu, 7 Desember 2024 di Hotel The Meru Sanur, Denpasar dengan menghadirkan narasumber Dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H, FISQua, M.H, – Ketua IDI cabang Denpasar; DR. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI – Ketua Satgas Imuniasasi Dewasa; dr. Tjokorde Istri Amrita Rosvanti, Sp.DVE – Dokter Spesialis Kulit & Kelamin, Dermatologist & Venerologist; dr. Tony Gosal – General Practitioner serta komunitas lainnya.

Baca Juga:  Pj Mahendra Jaya Harap Layanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di RSUD Bali Mandara Berikan Manfaat untuk Masyarakat

Dalam sambutannya I Ketut Widiyasa mengatakan, Herpes Zoster, atau yang sering dikenal sebagai cacar api, adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella Zoster (VZV), virus yang juga menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus ini tetap dorman dalam tubuh dan dapat aktif kembali sebagai Herpes Zoster, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Herpes Zoster sering muncul pada individu usia 50 tahun ke atas. Faktor utama yang meningkatkan risiko adalah sistem imun yang menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi seperti HIV, kanker, penyakit autoimun, atau penggunaan obat imunosupresif juga meningkatkan risiko.

“Wanita memiliki risiko 19% lebih tinggi dibandingkan pria untuk terkena penyakit ini. Namun, penyebab spesifik dari perbedaan risiko ini masih perlu diteliti lebih lanjut,” ucapnya.

dr. Sukamto juga menjelaskan, Herpes Zoster ditandai dengan ruam lepuh yang menyakitkan, biasanya muncul di area dada atau wajah, dan berlangsung selama 2 hingga 4 minggu. Sebelum ruam muncul, pasien mungkin merasakan nyeri, gatal, atau kesemutan di lokasi ruam.

Baca Juga:  Tidak hanya Menyehatkan, Olahraga dapat Mencegah Pertumbuhan Bakteri pada Sistem Pencernaan
DR. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI – Ketua Satgas Imuniasasi Dewasa
DR. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI – Ketua Satgas Imuniasasi Dewasa saat diwawancara pada Sabtu, 7 Desember 2024. Sumber foto: den/ub

Komplikasi umum adalah Post-Herpetic Neuralgia (PHN), yaitu nyeri saraf yang dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah ruam sembuh.

“Selain itu, Herpes Zoster juga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan jika terjadi di area mata, infeksi paru, gangguan pendengaran, inflamasi otak (ensefalitis), hingga kematian pada kasus yang jarang,” tuturnya.

Herpes Zoster tidak dapat menular langsung dari orang ke orang. Namun, cairan dari lepuhan pasien dapat menularkan virus kepada individu yang belum pernah terkena cacar air, menyebabkan cacar air pada mereka.

Salah satu mitos yang beredar adalah bahwa ruam Herpes Zoster dapat menyebabkan kematian jika bertemu dari dua sisi tubuh. Hal ini tidak benar, meskipun ruam bilateral dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius.

Sementara itu, Manish Munot General Manager & President Director GSK Indonesia memaparkan, per Juli 2024, vaksin Herpes Zoster telah masuk dalam Jadwal Imunisasi Dewasa yang direkomendasikan oleh Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI.

Baca Juga:  Sinergitas Program Pembangunan Bali, Koster-Giri Kumpulkan Bupati, Walikota dan DPRD se-Bali di Puspem Badung

“Vaksin ini direkomendasikan untuk orang dewasa usia 50 tahun ke atas, serta individu usia 18 tahun ke atas dengan kondisi imunokompromais, baik yang sudah pernah mengalami Herpes Zoster maupun belum,” paparnya.

Manish Munot General Manager & President Director GSK Indonesia
Manish Munot General Manager & President Director GSK Indonesia. Sumber foto: den/ub

Namun, ibu hamil belum direkomendasikan untuk menerima vaksin ini. Pasien yang sedang menjalani kemoterapi atau memiliki kondisi imunokompromais lainnya dapat divaksin setelah berkonsultasi dengan dokter. Vaksinasi juga tidak dilakukan saat pasien sedang mengalami fase akut dengan ruam aktif.

Pasien yang terkena Herpes Zoster disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Perawatan meliputi menjaga kebersihan ruam, menggunakan kompres dingin, dan mengenakan pakaian longgar.

“Obat antivirus dapat membantu mengurangi durasi dan tingkat keparahan penyakit, terutama jika diberikan dalam 72 jam pertama sejak munculnya ruam,” ungkapnya.

Dengan pencegahan dan pengelolaan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan, dan pasien dapat kembali menjalani aktivitas dengan nyaman.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments