Pemkot Denpasar Rayakan Tumpek Krulut dengan Alunan Gamelan dan Spirit Tresna Asih

0
242
Pemerintah Kota Denpasar menggelar peringatan Tumpek Krulut yang juga dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang
Pemerintah Kota Denpasar menggelar peringatan Tumpek Krulut yang juga dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang. Sumber foto: Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menggelar peringatan Tumpek Krulut yang juga dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang, bertempat di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Sabtu 7 Juni 2025.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, unsur Forkopimda, Ketua MDA Kota Denpasar AA Ketut Sudiana, serta jajaran OPD terkait.

Sebagai perwujudan bhakti dan kecintaan umat kepada Sang Hyang Widhi Wasa, kegiatan diawali dengan tarian sakral Rejang Dewa dan Rejang Sari, kemudian dilanjutkan dengan sajian berbagai bentuk gambelan Bali. Alunan suara dari berbagai jenis tetabuhan seperti Gong Kebyar, Gender Wayang, Semarapegulingan, Angklung Klentangan, Gong Suling, hingga Selonding dan Gambang, menghiasi suasana spiritual acara.

Baca Juga:  Pastikan Pelayanan Tetap Optimal, Sekda Alit Wiradana Monitoring MPP Sewakadarma Kota Denpasar

Upacara ditutup dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Jelantik Kertha Jaya dari Griya Gede Kaliungu Kelod.

Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana menjelaskan bahwa peringatan Tumpek Krulut kali ini menjadi momentum penting untuk merawat dan memperkuat nilai-nilai spiritual, seni, serta kebudayaan Bali. Ia menegaskan bahwa upacara ini merupakan simbol penghormatan terhadap Sang Hyang Aji Gurnita, Dewa yang menaungi keindahan suara dan harmoni.

Baca Juga:  ITB STIKOM Bali Hadirkan Jalur RPL, Solusi Pendidikan Fleksibel untuk Tahun Ajaran 2025

“Dalam lontar Prakempa dan Aji Gurnita disebutkan bahwa Tumpek Krulut merupakan waktu suci untuk melakukan upacara bagi segala jenis tetabuhan atau gamelan. Kita memuja Kawiswara sebagai perwujudan Dewa Keindahan, seraya memohon anugerah agar umat manusia senantiasa diberi kebahagiaan dan kedamaian lahir batin,” ujar Alit Wiradana.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa peringatan Tumpek Krulut bukan sekadar seremoni, melainkan pemuliaan atas budaya dan daya cipta manusia yang diwujudkan dalam bentuk seni. Oleh sebab itu, Rahina Tumpek Krulut di Denpasar juga dirangkaikan dengan tema “Aji Ghurnita Aneduh Buddhi”, yang berarti memuliakan rasa keindahan dan ketenangan jiwa dalam harmoni persaudaraan.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Kerahkan Seluruh Fasilitas Kesehatan Layani Pemeriksaan Gratis Saat Tumpek Krulut

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara menambahkan bahwa penyelenggaraan ini merupakan bagian dari program pelestarian budaya dan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali. Melalui kegiatan ini, Pemkot Denpasar mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai kasih sayang sebagai fondasi dalam membangun kehidupan bersama yang lebih selaras dan berbudaya.

“Semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjaga keseimbangan antara manusia, alam, serta budaya Bali menjadi landasan untuk pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.(per/ub)