UPDATEABALI.com, BADUNG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Kota Mangupura, Pemerintah Kabupaten Badung meluncurkan inisiatif hijau dengan mengganti tradisi ucapan menggunakan bunga papan menjadi ucapan melalui bibit tanaman.
Langkah inovatif ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat semangat tema perayaan tahun ini, “Rumaketing Taksuning Bhuana”, yang bermakna menyatukan semua potensi untuk membangun Badung.
Kebijakan ini menjadi simbol transformasi cara berpikir menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan. Melalui inisiatif ini, Pemkab Badung mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan pihak eksternal untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian alam dengan cara yang sederhana namun berdampak luas.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Badung, Made Surya Dharma, S.Sos., M.Si, atas arahan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menjelaskan bahwa peringatan HUT Mangupura tahun ini bukan hanya simbol kemajuan pembangunan daerah, tetapi juga ajakan untuk meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat.
“Momen ulang tahun Kota Mangupura yang ke-16 ini, kita ingin menanamkan kesadaran bersama bahwa kita harus mencintai lingkungan. Karena itu, kami mengimbau para stakeholder untuk mengganti ucapan bunga papan dengan bibit tanaman,” ujar Surya Dharma.
Jenis bibit tanaman yang direkomendasikan meliputi Pohon Badung, Tabebuia, Tanjung, Ketapang Kencana, Pule, Trembesi, Bodhi/Ancak, dan Bougenville. Pemilihan pohon tersebut disesuaikan dengan karakteristik lingkungan dan nilai estetika yang dapat memperindah ruang publik di wilayah Badung.
Surya Dharma menambahkan bahwa kebijakan ini juga merupakan bagian dari upaya Pemkab Badung mengatasi persoalan lingkungan, terutama meningkatnya volume sampah dan penggunaan bahan sekali pakai seperti sterofoam dalam kegiatan sosial.
“Pemkab Badung terus mendorong penggunaan wadah ramah lingkungan dalam setiap kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan. Kami juga memperkuat program pengelolaan sampah terpadu di tingkat desa dan kelurahan agar kesadaran ini benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata,” jelasnya.
Melalui langkah ini, Pemkab Badung berharap peringatan HUT ke-16 Mangupura menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan daerah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
“Kami ingin HUT Mangupura tahun ini menjadi titik tolak semangat baru dalam membangun Badung yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tapi juga beradab dan peduli lingkungan,” pungkas Surya Dharma.
Dengan semangat Rumaketing Taksuning Bhuana, Pemerintah Kabupaten Badung mengajak seluruh masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha untuk bersama-sama menanam, merawat, dan menjaga bibit pohon sebagai wujud cinta lingkungan.
Inisiatif ini diharapkan menjadi gerakan kolektif menuju Badung yang asri dan berkelanjutan.(yud/ub)



