UPDATEBALI.com, BADUNG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Ibu Kota Mangupura tahun ini tidak hanya diramaikan oleh pertunjukan artis nasional dan lokal.
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Komite Ekonomi Kreatif justru memanfaatkan momentum tersebut sebagai mesin penggerak ekonomi rakyat, dengan melibatkan total 102 UMKM lokal.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Badung, Nyoman Primahita Gunadarma, pada Jumat, 14 November 2025 menjelaskan bahwa ratusan pelaku usaha tersebut merupakan UMKM yang berasal sepenuhnya dari wilayah Badung dan telah melalui proses kurasi.
“Semua UMKM yang terlibat sudah melalui proses kurasi, dan basisnya adalah warga Badung,” tegasnya.
Dari total 102 UMKM, pembagian kategorinya meliputi:
61 UMKM Food & Beverage,
20 UMKM fashion dan kriya,
6 clothing line,
15 stand Owastra (organisasi wanita).
Seluruh stand akan tersebar di zona walking area, area kuliner, hingga venue utama di lapangan pusat perayaan.
Primahita menekankan bahwa keterlibatan UMKM secara masif ini menjadi model baru dalam penyelenggaraan HUT Mangupura. Selain mengikuti tema pelestarian budaya, kegiatan ini dirancang menciptakan perputaran ekonomi nyata.
“Ada transaksi, ada pemasaran, dan ada peluang sinergi dengan pemerintah. Ini bukan hanya selebrasi, tapi ruang bertemunya ekonomi rakyat,” ujarnya.
Walau belum menetapkan target nilai transaksi pada tahun ini, panitia mewajibkan seluruh UMKM untuk mengisi Google Form berisi laporan pendapatan harian selama kegiatan pada 22–23 November.
Data tersebut akan menjadi dasar dalam merancang target ekonomi pada HUT Mangupura tahun mendatang.
“Ini event pertama yang melibatkan UMKM dalam skala besar. Dari data tahun ini, baru kami bisa menentukan target ke depan,” kata Primahita.
Dengan pendekatan baru yang berbasis data dan melibatkan pelaku usaha lokal secara luas, Pemkab Badung berharap perayaan HUT Mangupura dapat berkembang menjadi ajang yang memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, bukan hanya sekadar panggung hiburan.(yud/ub)





