UPDATEBALI.com, BADUNG — Dalam rangka memperingati HUT ke-16 Mangupura, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung kembali menghadirkan layanan kesehatan hewan gratis berupa sterilisasi dan vaksinasi rabies untuk Hewan Penular Rabies (HPR).
Program ini dipusatkan di Mangupura Vet Care, Kantor Disperpa Badung, kawasan Puspem Badung.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pendaftaran dibuka. Sebanyak 100 kuota sterilisasi terisi penuh, bahkan sebelum hari terakhir pendaftaran. Menurut Kepala Disperpa Badung, I Wayan Wijana, tingginya permintaan menunjukkan bahwa biaya sterilisasi yang relatif mahal menjadi kendala bagi banyak pemilik hewan.
“Bapak Bupati meminta agar pemerintah hadir membantu masyarakat. Sterilisasi mandiri biayanya cukup tinggi, jadi layanan gratis seperti ini sangat dibutuhkan,” ujar Wijana saat meninjau kegiatan, Sabtu 22 November 2025.
Wijana menjelaskan bahwa sterilisasi merupakan salah satu upaya utama dalam mengendalikan jumlah anjing, terutama di wilayah dengan populasi tinggi. Pembatasan kuota kali ini dilakukan karena waktu pelayanan dan jumlah dokter hewan yang tersedia cukup terbatas.
Ke depan, Disperpa menargetkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala di desa-desa, khususnya daerah dengan kasus gigitan yang masih tinggi serta adanya banyak anjing liar.
“Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan. Kawasan dengan banyak anjing liar menjadi prioritas kami berikutnya,” tambahnya.
Berbeda dengan sterilisasi, layanan vaksinasi rabies pada kegiatan ini tidak dibatasi kuota. Pemerintah Kabupaten Badung terus meningkatkan cakupan vaksinasi sebagai bagian dari strategi eliminasi rabies.
Hingga November 2025, vaksinasi rabies di Badung telah mencapai 84 persen dari estimasi populasi HPR sebanyak 98 ribu ekor, jauh melampaui standar nasional yang berada pada angka 70 persen.
“Setiap tahun capaian vaksinasi kita selalu berada di atas target nasional, bahkan pernah mencapai 90 persen. Tahun ini sudah 84 persen, dan itu capaian yang sangat baik,” jelas Wijana.
Dalam pelaksanaan program ini, Disperpa Badung bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana serta PDHI Badung dan PDHI Bali. Melalui sinergi ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan semakin meningkat.
“Harapan kami, masyarakat benar-benar merawat hewannya seperti divaksin rutin, diperiksa kesehatannya, dan diberikan perawatan yang layak. Ini penting untuk kenyamanan bersama,” tutup Wijana.(adv/ub)





