Parade Ogoh-Ogoh Masikian Fest 2026, 15 Karya Terbaik STT Se-Jembrana Tampil Penuh Kreativitas

0
270
Kreativitas generasi muda Jembrana kembali mendapat panggung dalam Parade Ogoh-Ogoh Tingkat Kabupaten yang menjadi bagian dari rangkaian Masikian Festival 2026, Kamis 12 Maret 2026.
Kreativitas generasi muda Jembrana kembali mendapat panggung dalam Parade Ogoh-Ogoh Tingkat Kabupaten yang menjadi bagian dari rangkaian Masikian Festival 2026, Kamis 12 Maret 2026. Sumber foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI.comJEMBRANA – Kreativitas generasi muda Jembrana kembali mendapat panggung dalam Parade Ogoh-Ogoh Tingkat Kabupaten yang menjadi bagian dari rangkaian Masikian Festival 2026, Kamis 12 Maret 2026.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh terbaik karya Sekaa Teruna Teruni (STT) dari berbagai kecamatan tampil memukau setelah melalui proses seleksi ketat.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan apresiasi atas semangat dan kreativitas para pemuda dalam melestarikan seni tradisi Bali melalui ogoh-ogoh.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal. Sebagai bentuk dukungan, setiap peserta yang masuk dalam 15 besar mendapat dana pementasan sebesar Rp10 juta. Sementara itu, total hadiah yang diperebutkan oleh para pemenang mencapai Rp60 juta.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Apresiasi Ngenteg Linggih Desa Adat Tundak, Desa Mekar Sari, Baturiti

“Saya sangat bangga melihat karya-karya yang ditampilkan. Setiap tahun kualitas ogoh-ogoh terus berkembang, bahkan kini mulai dipadukan dengan teknologi mekanis hingga unsur robotik. Ini menunjukkan bahwa generasi muda Jembrana mampu menjaga tradisi sekaligus mengikuti perkembangan zaman,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

Ia menambahkan, proses pembuatan ogoh-ogoh yang membutuhkan waktu berbulan-bulan mencerminkan semangat kerja sama dan kebersamaan para pemuda di tingkat banjar. Bagi dirinya, nilai kebersamaan tersebut menjadi makna penting dari tradisi ogoh-ogoh, bukan sekadar ajang kompetisi.

Baca Juga:  Sekaa Gong Wanita PGRI Bahagia Kabupaten Jembrana Dikukuhkan

“Di balik karya yang megah ini ada proses diskusi panjang, kerja keras hingga larut malam. Inilah semangat gotong royong yang perlu terus kita jaga,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan kepada dewan juri agar melakukan penilaian secara objektif dan transparan sehingga hasil lomba benar-benar mencerminkan kualitas karya para peserta.

“Saya berharap penilaian dilakukan secara jujur dan profesional, tanpa adanya intervensi. Siapa pun yang terbaik itulah yang layak menjadi juara,” tegasnya.

Baca Juga:  Wabup Suiasa hadiri Rapat Paripurna DPRD Badung

Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Bupati Kembang Hartawan juga mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai waktu untuk melakukan refleksi diri. Terlebih, tahun ini perayaan Nyepi berlangsung berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri sehingga ia mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Jembrana.

Sementara itu, rangkaian Masikian Festival 2026 masih akan berlangsung hingga 14 Maret 2026. Masyarakat dapat menyaksikan berbagai karya terbaik para finalis yang dipamerkan di Gedung Kesenian Bung Karno, sebagai wujud kreativitas dan masa depan seni budaya di Kabupaten Jembrana.(yud/ub)