UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya Bali dalam setiap pembangunan infrastruktur kerakyatan.
Pembangunan bedah rumah maupun bedah warung diminta tetap memperhatikan tata letak bangunan sesuai konsep Asta Kosala Kosali.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri penyerahan bantuan bedah rumah dan bedah warung oleh BUMDes Bersama Tunas Mekar Sejahtera Jaya LKD Kecamatan Melaya di Desa Ekasari, Minggu, 8 Maret 2026.
Dalam arahannya, Bupati Kembang Hartawan menekankan bahwa program bedah rumah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga harus memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Konsep Asta Kosala Kosali sebagai pedoman arsitektur tradisional Bali dinilai penting untuk menjaga keharmonisan antara penghuni rumah dengan lingkungannya.
“Pembangunan bedah rumah maupun bedah warung harus tetap memperhatikan tata letak bangunan sesuai nilai-nilai budaya kita. Asta Kosala Kosali bukan sekadar aturan arsitektur, tetapi cara kita memastikan rumah memberikan rasa aman, nyaman, serta energi positif bagi penghuninya,” ujar Bupati Kembang Hartawan.
Ia berharap penerapan konsep tersebut dapat menjadi standar dalam program bantuan sosial di masa mendatang. Dengan demikian, pemenuhan hunian bagi masyarakat kurang mampu tetap berjalan selaras dengan tatanan spiritual dan estetika lokal, khususnya dari sisi tata letak bangunan.
Bupati juga mengingatkan agar penerima bantuan memprioritaskan tata letak rumah sejak awal pembangunan. Hal ini penting agar di masa depan, ketika kondisi ekonomi keluarga membaik dan ingin melakukan pengembangan rumah, perubahan tersebut tidak perlu merombak konsep dasar bangunan yang telah sesuai dengan kaidah tradisional Bali.
Program bantuan yang bersumber dari Sisa Hasil Usaha (SHU) BUMDes Bersama tersebut mencakup empat unit bedah rumah dengan alokasi masing-masing Rp35 juta serta satu unit bedah warung dengan bantuan sebesar Rp30 juta.
Bupati Kembang Hartawan mengapresiasi langkah BUMDes Bersama Melaya yang telah menyisihkan laba usaha untuk kepentingan sosial masyarakat. Menurutnya, sinergi antara penguatan ekonomi melalui UMKM, seperti program bedah warung dan pemenuhan kebutuhan papan melalui bedah rumah merupakan kunci pembangunan desa yang berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan BUMDes Bersama Tunas Mekar Sejahtera Jaya, Wayan Ardana, menyatakan komitmennya untuk menjalankan arahan Bupati terkait penerapan pembangunan berbasis kearifan lokal.
“Kami memastikan bantuan ini tepat sasaran bagi warga kurang mampu di wilayah Melaya dan ke depan akan lebih memperhatikan detail teknis sesuai konsep arsitektur Bali yang diamanatkan,” ujarnya.
Melalui program ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya Bali dalam pembangunan di tingkat desa.(yud/ub)





