Panggung Wastra Hitakara di Bangli, Pemkab Dorong Kain Tradisional Bali Tetap Eksis di Era Modern

0
33
Dekranasda Bali menghadirkan “Wastra Hitakara” di Bangli dengan menampilkan karya desainer muda sebagai upaya melestarikan kain tradisional sekaligus memperkuat industri fashion dan IKM lokal.
Dekranasda Bali menghadirkan “Wastra Hitakara” di Bangli dengan menampilkan karya desainer muda sebagai upaya melestarikan kain tradisional sekaligus memperkuat industri fashion dan IKM lokal. Sumber foto : Humas Bangli/updatebali

UPDATEBALI.com, BANGLI – Upaya melestarikan kain tradisional Bali melalui industri fashion kembali mendapat ruang.

Sebanyak 30 model memperagakan karya tujuh desainer muda Bali dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian wastra sekaligus pengembangan ekonomi kreatif tersebut turut dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekda serta Pimpinan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Bangli.

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Bangli terhadap pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor kerajinan dan fashion berbasis budaya lokal.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, mengatakan “Wastra Hitakara” merupakan bagian dari upaya menjaga agar kain tradisional Bali tetap hidup dan digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kain tradisional tidak cukup hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga perlu dikembangkan melalui kreativitas agar dapat mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga:  Buka Pintu ke Dunia Industri, Unud Sosialisasikan Program Praktisi Mengajar 4

“Perajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan,” ujar Putri Koster.

Putri Koster juga berharap kegiatan yang dilaksanakan secara bergiliran setiap bulan tersebut dapat mendorong masyarakat menjadikan busana berbasis wastra Bali sebagai bagian dari busana kerja maupun pakaian sehari-hari.

Di Bangli, tujuh desainer muda Bali tampil mempersembahkan karya terbaiknya. Mereka yakni A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang.

Kehadiran para desainer muda tersebut menunjukkan bahwa wastra Bali memiliki ruang luas untuk terus dikembangkan. Kain tradisional dapat dikemas dalam desain yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Baca Juga:  Golden Tulip Jineng Resort Bali Hadirkan “Taste of Nusantara” Sambut HUT RI ke-80

Busana yang ditampilkan di atas panggung juga tidak sekadar menjadi tontonan. Para undangan dapat langsung memilih dan membeli karya yang mereka minati. Konsep ini menjadikan “Wastra Hitakara” sebagai ruang yang mempertemukan budaya, kreativitas, promosi sekaligus pasar.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengapresiasi dipilihnya Bangli sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.

Menurut Sariasih, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para pelaku IKM untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menyebut perkembangan IKM di Kabupaten Bangli saat ini menunjukkan tren positif, baik dari sisi kualitas maupun keberagaman produk. Karena itu, diperlukan ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas agar produk lokal mampu memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku IKM Bangli untuk menampilkan hasil karya terbaiknya. Kita ingin produk lokal Bangli tidak hanya mampu bertahan, tetapi terus berkembang, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tutur Sariasih.

Baca Juga:  Pemkab Bangli Tancap Gas Lindungi Karya Lokal, 1.100 Peserta Serbu Bimtek HAKI

Sementara itu, kehadiran Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati I Wayan Diar menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi masyarakat dan kekayaan budaya daerah.

Pengembangan fashion berbasis wastra Bali diperkuat melalui tiga program utama Dekranasda Provinsi Bali, yakni Dekranasda Bali Fashion Day, Dekranasda Bali Fashion Week, dan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.

Melalui kegiatan tersebut, wastra Bali diharapkan tidak hanya tetap dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mengangkat potensi perajin dan pelaku IKM Bali.

Dari Bangli, pesan itu kembali ditegaskan: melestarikan wastra bukan sekadar menjaga kain tradisional, tetapi juga menjaga identitas budaya sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya ekonomi kreatif generasi masa kini.(yud/updatebali)